Feeds:
Pos
Komentar

nikmatMU

Bulan lalu menjenguk teman  yang terbaringLighthouse di rumah sakit, tidak menyangka dan sedikit shok dengan kondisi sakitnya, tetapi salah satu adab menjenguk orang sakit adalah membuat temenku ini nyaman dan member semangat bahwa semua  bisa teratasi.
Temanku berpenampilan bugar karena melakukan pola hidup sehat dalam mengkomsumsi makan maupun mengatur kegiatan kesahariannya. Perjalanan hidupnya banyak membuat orang lain iri, memiliki anak2 yang  mandiri, memiliki cucu yang sehat, sudah menunaikan rukun islam ke 5. Secara kasad mata hidupnya berjalan ideal. Jadi singkat cerita temanku ini mengalami stroke yang menyebabkan dia tidak bisa membuka matanya secara utuh…
Ya ALLOH menjelang awal Ramadhan diberi cobaan yg sungguh luar biasa. Hanya orang2 pilihan yg ALLOH berikan cobaan itu…yaitu orang yg dapat melaluinya dengan penuh kesabaran.

=======================================================================

Berbicara tentang nikmat Alloh tidak akan pernah habis kita sebut satu persatu dari kita bangun tidur hingga tidur ada semua nikmat Allah, dalam waktu 24 jam kenikmatan itu terus mengalir. Hal2 yang kita anggap sepele saja apabila tidak berjalan seperti biasanya dapat mengalami hal yang fatal. Contohnya “mata berkedip” merupakan sebuah aktivitas besar yang jarang kita ketahui fungsinya. Seringkali kita menganggap remeh aktivitas mata yang satu ini, sementara mata kita berkedip berfungsi untuk meratakan air mata ke seluruh bagian mata. Air mata ini kaya akan oksigen yang sangat berguna untuk menjaga kesehatan mata dan berguna untuk menghalau kotoran yang ada di bola mata, terutama pada bagian kornea mata. Bayangkan apabila nikmat berkedip ini di ambil oleh Allah maka kornea akan mengalami iritasi dan akhirnya infeksi.

Mari kita ambil contoh yang berikutnya JANGAN remehkan buang angin alias kentut. Menurut beberapa ahli Penyakit Dalam mengiatkan bahwa berhari-hari tidak kentut dapat mengakibatkan kematian. Korban meninggal karena banyaknya gas terkumpul di dalam perutnya. Sebagian sari makanan yang kita santap setelah melalui proses metabolisme dalam tubuh diserap melalui usus. Sebagian lagi diserap produk kerja fermentasi, kerja bakteri, atau enzim yang berbentuk gas. Gerakan peristaltik usus ini selalu mendorong segala isinya ke bawah. Gas ini tertumpuk dalam lumbung usus. Kalau kapasitasnya sudah banyak harus dikeluarkan. Bayangkan apabila kita tidak bisa buang angin perut kembung, sakit dan efek gas terhadap organ-organ tubuh lain.

Masih banyak lagi nikmat2 yang diberikan ALLOH kepada manusia, hingga dalam QS Surat Arrahman disebutkan hingga 31x Fa bi ayyi ālā’i Rabbikumā tukażżibān yang artinya Maka nikmat Tuhan kamu manakah yang kamu dustakan

Tidak ada yang bisa menangguhkan atau menghalangai ketika Allah mengambil kenikmatan yang dimiliki oleh kita, Mensyukuri nikmat dari Allah dan juga cara bersyukur kepada Allah adalah merupakan bagian dari tanda keimanan kita kepada Allah Ta’ala. Cara bersyukur dengan nikmat Allah menurut IMAM-Ghazali adalah sebagai berikut :

Syukur dengan hati dilakukan dengan menyadari sepenuhnya bahwa nikmat yang kita peroleh, baik besar, kecil, banyak maupun sedikit semata-mata karena anugerah dan kemurahan Allah Subhanahu wa Ta’ala. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman: “Segala nikmat yang ada pada kamu (berasal) dari Allah,” (QS. An-Nahl: 53)

Syukur dengan lisan Ketika hati seseorang sangat yakin bahwa segala nikmat yang ia peroleh bersumber dari Allah, maka spontan ia akan mengucapkan “Alhamdulillah” (segala puji bagi Allah).

Syukur dengan perbuatan Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wasallam menjelaskan bahwa Allah sangat senang melihat nikmat yang diberikan kepada hamba-Nya itu dipergunakan dengan sebaik-baiknya. Berbagi kepada sesame dengan kenikmatan yang telah didapatkan, misalnya orang kaya  berbagi zakat, orang pintar berbagi ilmu, orang bijak berbagi nasehat, dll.

Menjaga Nikmat dari Kerusakan Ketika nikmat dan karunia didapatkan usahakan untuk menjaga nikmat itu dari kerusakan. Misalnya: Ketika kita dianugerahi nikmat kesehatan, kewajiban kita adalah menjaga tubuh untuk tetap sehat dan bugar agar terhindar dari sakit. Demikian pula dengan halnya dengan nikmat iman dan Islam, kita wajib menjaganya dari “kepunahan” yang disebabkan pengingkaran, pemurtadan dan lemahnya iman.

Oleh karena itu mari kita jaga nikmat yang banyak diberikan kepada Allah yang  sudah ditegaskan dalam surat QS Ibrahim : 7 : “Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-KU), sungguh adzab-Ku sangat pedih,”

jEnUhhh…

  • Perasaan bosan dan jenuh akibat kesibukan yang monoton, atau melakukan  hal-hal yang sama dan itu-itu saja….
  • Jenuhhhh artinya bosan  atau jemu…
  • Keadaan dimana pikiran menginginkan perubahan, mendambakan sesuatu yang baru, dan menginginkan bergantinya rutinitas hidup dari waktu ke waktu.
  • Suasana hati yang malas kita hadapi dalam kondisi dan suasana tertentu
  • Kekurangan motivasi dan miskin inspirasi

=============================

Kegiatan rutinitas memang bisa menimbulkan rasa bosan. Hal itu manusiawi namun  bila berkepanjangan akan membuat hidup terasa memberatkan. Hakikatnya ALLOH itu memberikan hidup ini begitu indah apabila kita menjalaninya dengan penuh iklas.

Yang menjadi berbahaya ketika kebosanan itu melanda kita malah melakukan hal-hal iseng yang tidak ada manfaatnya. Bila rasa bosan tiba, sebaiknya berdamai. Selingi kebosanan itu dengan kegiatan yang kita sukai. Silaturrahmi, rekreasi, baca buku. Hanya diri sendirilah yang dapat memotivasi dan mendorong untuk terhindar dari rasa  jemu, jenuh dan bosan.

Sebagai perenungan :

“Barangsiapa yang harinya sekarang lebih baik daripada kemarin maka dia termasuk orang yang beruntung. Barangsiapa yang harinya sama dengan kemarin maka dia adalah orang yang merugi. Barangsiapa yang harinya sekarang lebih jelek daripada harinya kemarin maka dia terlaknat.”

Jadiii….

Setiap hari motivasi diri menjadi manusia beruntung, manusia beruntung itu manusia yang selalu mengisi hari-harinya dengan hal yang bermanfaat. Mengisi pikiran dengan hal-hal yang positif

Pertengkaran…

Postingan ini terinspirasi dari curhatan sepasang suami istri yang satu sama lain saling merasa paling benar, dalam hal mengambil keputusan menerapkan sistem mendidik anak, dan juga cara merespon permasalahan yang ada dalam rumah tangga. Istri merasa suami terlalu lambat mengambil keputusan dan bertindak, sementara suami berargumen bahwa segala sesuatu perlu dipikirkan dan tidak terburu-buru. Sementara istri mengartikan cinta dan sayang salah satunya dengan memberikan kado istimewa disaat-saat ulang tahun dirinya dan pernikahannya, sementara sang suami tidak terbiasa dengan hal-hal yang romantis, dan ulang tahun bukanlah hal yang terpenting baginya. Perbedaan pendapat dan cara menentukan sikap memang hal yang paling sensitif dapat meletupkan pertengkaran dari yang kecil hingga besar dalam rumah tangga, walaupun sebenarnya bisa dihindari.

=====================================

Banyak pasangan yang ketika menikah menyimpan berjuta harapan satu sama lain. Sang suami berharap istrinya kelak menjadi istri yang sholehah, bisa mengatur rumah, pandai memasak, tidak banyak menuntut, sayang kepada suami, cekatan dalam segala urusan, dan lain lain. Tipe suami lain berharap istrinya adalah wanita sholehah yang cerdas, pintar cari uang, dapat mengatur karier dan urusan rumah,  penuh pengertian terhadap suaminya, cantiq lemah lembut, dan seterusnya. Sementara sang istri juga berharap suaminya adalah laki-laki saleh yang bertanggung jawab, sayang istri, pengertian, memenuhi segala kebutuhannya, memiliki penghasilan yang memadai, mengizinkan istri untuk berkarier, dan seterusnya. Hanya saja ketika harapan itu tidak terpenuhi, maka kemudian menjadi “cela” yang apabila tidak disikapi dengan baik maka satu sama lain saling menjatuhkan.

Memiliki harapan terhadap calon pasangan adalah hal yang wajar, tetapi sebagai orang beriman perlu mengantisipasi hati apabila harapan itu itu tidak kunjung nampak. Manakala sang istri bukan lagi menjadi pendukung malah menjadi penghambat, atau suami bukan lagi menjadi suami idaman yang dapat memenuhi kebutuhan rumah tangga malah istri yang lebih dominan dalam hal mencari nafkah. Kita sudah mempersiapkan harapan-harapan yang sangat besar, tentunya  perlu juga mempersiapkan diri untuk kecewa.

Berharap memiliki suami penghasilan yang sangat besar sehingga dapat memenuhi segala keinginan istri dan keluarga. Berjalannya waktu ternyata diberikan suami berpenghasilan cukup untuk keluarga, baik hati, sehat dan jarang sakit. Itulah kenyataan hidup yang terjadi, apa yang kita mau belum tentu ALLOH mengabulkan, sebagai orang yang percaya akan takdir ALLOH pasti akan akan mengambil hikmah disetiap kejadian apapun. Karena ALLOH lebih tahu yang kita butuhkan daripada yang kita inginkan. Dapat dibuktikan dalam Surat Al-Baqarah : 216 “Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal sesuatu itu baik bagimu. Boleh jadi pula kamu mencintai sesuatu padahal sesuatu itu buruk bagimu. Dan ALLOH mengetahui apa yang tidak kamu ketahui”

Bila melihat sesuatu pada pasangan kita yang tidak sesuai harapan, berfikiran positif mungkin ALLOH mempertemukan kita dengannya untuk saling membantu memperbaiki kekurangannya.

Banyak diantara kita tanpa sadar melakukan pernikahan hanya sebatas kontrak “kepentingan/harapan” saja. Bila kemudian ada kepentingan dan harapan yang berseberangan, maka kita berjalan pada kepentingan masing-masing. Sederhananya pernikahan itu adalah menyelaraskan dua pemikiran manusia yang saling bertoleransi dan memahami satu dengan yang lainnya.

Rasulullah saw memberi nasihat kepada kita terutama untuk suami istri : “Janganlah seorang mukmim membenci seorang mukminah. Sebab bila ada satu sikap yang ia benci darinya, boleh jadi ada sikap lain yang justru ia suka” (HR Muslim)

=============================================

#Orang yang berbahagia bukanlah orang yang hebat dalam segala hal, tapi orang yang bisa menemukan hal yang sederhana dalam hidupnya dan rajin mengucap syukur… #

Menyapih Ketergantungan

Puasa, secara bahasa berarti imsak (menahan, menghentikan, atau mengendalikan). Dalam dunia tasawuf, yang dimaksud puasa adalah menahan atau mengendalikan hawa nafsu, jika hawa nafsu tidak terkontrol akan menjadi sumber dan penyebab terjadinya berbagai dosa dan kejahatan, baik dosa lahir(melibatkan fisik atau badan) maupun dosa batin (hati dan pikiran) dapat mengotori dan merusak kesucian jiwa yang mengakibatkan pikiran-pikiran negatif sampai dengan perbuatan maksiat. Pengertian  hawa nafsu di sini bukan cuma mengekang nafsu makan dan nafsu seksual saja. Inti dari puasa itu pengontrolan fisik dan bhatin yang dengan sendirinya dapat menghindarkan manusia dari segala dosa.

Puasa Ramadhan salah satu rukun islam yang dilaksanakan satu tahun sekali, dan ALLOH sudah menjanjikan hari-hari ramadhan penuh dengan kemuliaan bagi orang2 yang pandai mengambil hikmah disetiap waktu yang berjalan. Dan saat inilah waktu yang tepat untuk mencoba menghentikan ketergantungan yang sia-sia.

Menghentikan ketergantunagn yang lebih banyak mudhorot bukanlah hal yang mudah, mungkin sudah menjadi kebiasaan yang tidak bisa dihentikan secara keseluruhan. Sesungguhnya Proses memberhentikan suatu kebiasaan buruk secara berangsur angsur atau sekaligus merupakan suatu upaya yang mendapatkan pahala berlipat ganda apabila dilakukan dengan ketulusan pada bulan suci ini.

Apa sich ketergantungan yang sia-sia ?? Intinya ketergantungan selain kepada ALLOH akan sesat dan rentan terhadap kerapuhan. Waspadalah tanpa disadari  ketergantuan selain kepada ALLOH menjadi sebuah kenikmatan dan kebiasaan mengakibatkan pikiran berhalusinasi yang membuat mandul fikiran dan jiwa yang suci. Dalam hadist banyak dijelaskan pada saat-saat bulan Ramadhan perbanyak melakukan amal kebaikan, tinggalkan hal-hal yang tidak membawa manfaat bagi keimanan.

Jika berpuasa tetapi masih juga melakukan berbagai dosa, baik dosa lahir maupun dosa batin, berarti dia tidak mampu mengendalikan nafsu, dan karena itu puasa yang dilakukannya mungkin tidak bernilai sama sekali. Dalam sebuah hadits diriwayatkan, pada bulan Ramadhan ada seorang wanita mencaci maki pembantunya. Ketika Rasalullah mengetahui kejadian tersebut, beliau menyuruh seseorang untuk membawa makanan dan memanggil wanita itu, lalu Rasulullah bersabda, “makanlah makanan ini”. Wanita itu menjawab, “saya ini sedang berpuasa ya Rasulullah.” Rasululah bersabda lagi, “Bagaimana mungkin kamu berpuasa padahal kamu mencaci-maki pembantumu. Sesunguhnya puasa adalah sebagai penjaga kamu untuk tidak melakukan perbuatan tercela.”

Hadits tersebut mengisyaratkan bahwa orang  hanya menahan lapar dan dahaga saja, tetapi tidak sanggup mengendalikan ketergatungan emosinya sehingga amarah yang diperturutkannya, maka tanpa disadari melakukan  dosa lahir dan batin, maka puasanya itu tidak lebih dari sekedar orang-orang yang lapar saja. Hal ini sesuai juga dengan hadits Nabi yang lain, “Banyak sekali orang yang berpuasa tetapi tidak mendapatkan apa-apa kecuali lapar dan dahaga.”

Bulan Ramadhan saatnya waktu yang tepat untuk menyapih ketergantungan Nafsu yang hanya bisa dinikmati sesaat, ingatlah kita terus berkejaran dengan waktu yang datang  setahun sekali, dan belum tentu juga kita bertemu pada tahun berikutnya…

======================================================================

 Barang siapa berpuasa di bulan Ramadhan dengan penuh keimanan dan hanya mengharapkan pahala kepada ALLOH maka diampuni dosanya yang telah berlalu [HR Abu Hurairah ra]

-ilu-

Malam Pertama “MU”

Malam Pertama

Malam ini adalah malam pertama yang ditunggu seluruh umat manusia diseluruh penjuru dunia..

Malam yang romantis dan syahdu karena semua manusia berlomba-lomba bersaing untuk mendapatkan cintaMU,

Bolehkan mulai malam ini aku sedikit memaksaMU untuk mengabulkan keinginan dan harapan

Aku ingin menjadi mimpi indahMU

Aku ngin selalu menyentuhMU

Aku ingin selalu mendapat cinta MU

Aku ingin selalu dalam pelukanMU

Aku ingin selalu dijaga olehMU

Aku ingin tidak cemburu dengan perhatianMu kepada yang lain

Aku ingin tidak marah dengan takdirMU kepadaku

Ya ALLOH jadikan malam pertama ini dan malam-malam berikutnya menjadi malam yang aku dekat dengan Ayat-ayatMU, menjadikan aku selalu bertasbih mengingatMU

Ya ALLOH…. tuntunlah aku menjadi hamba-hamba pilihanMU hingga diujung waktu

Ya ALLOH…denganMU aku hidup dan mati, patrikanlah rasa pasrah dan berserah diri dalam menjalankan hidup ini

Ya ALLOH..jadikanlah ramadhan tahun ini menjadi bermakna dan makin aku tunduk padaMU

Hanya diri MU yang membuatku tenang dan tanpa diriMU menjadi kering kerontang

 

Cinta tanpa syarat…

Love uncondionally

 

Senja diujung jakarta…
Bersama sahabat-sahabat hati..
Sejak bada djuhur sampai jelang magrib tertawa bersama…
Tidak jelas apa yg ditertawakan…
Seakan tdk ingin berpisah…walau memang harus berpisah…
Ada suami dan anak-anak tercinta menunggu dirumah..
Mungkin ini yg namanya cinta kasih tanpa syarat…
Sejenak melupakan yang selalu menyita sebagian energi…
Semoga ALLOH senantiasa memberikan kebahagiaan di hati kita.
Maafkan bila ada salah dan pernah menyakiti dan meremehkan kalian
Semoga ALLOH mempertemukan kita kembali di surganya…
Jangan kuatir kita sudah membeli kapling disana
Yang kita bayar dengan cinta tanpa syarat…
Always smile apapun yg terjadi…
Terimakasih atas cerita sorenya…
Saya sayang kalian………
===========Short Message by BnS=========
 
Kata-kata “Cinta Kasih Tanpa Syarat” dalam tulisan diatas membuat ku terusik terutama dengan arti CINTA ?? Saya bukan ahli cinta dan pandai merangkai kata-kata tentang cinta, namun saya pernah merasakan jatuh dan putus cinta karena sebuah perasaan ingin memiliki. Saya juga banyak mendengar beragam hal tentang cinta, entah itu terangkai dalam sebuah cerita bahagia maupun kesedihan. Cinta adalah suatu proses rasa/emosi sunatullah yang ALLOH berikan kepada manusia. Tidak mengherankan karena cinta itu berhubungan dengan perasaan maka setiap individu mengartikan dan memaknai cinta berbeda-beda. Ada beberapa arti cinta yang saya dapatkan dari berbagai sumber.
 

Menurut Anak Perempuanku usia 16thn : “Cinta” adalah Kasih Sayang. Mengasihi, Menyayangi dan Menyukai”

Menurut Sahabat wanitaku yang sudah menikah : “Cinta” adalah rasa yang menumbuhkan energy”

Menurut Sahabat wanitaku yang belum menikah : “Cinta” adalah perasann yang complicated yang akan mempengaruhi kehidupan”

Menurut Suamiku : “Cinta” adalah pembuktian”

Teman laki-laki ku.: “Cinta” adalah suatu usaha aktif produktif yang melibatkan komitmen

Menurut Rabi’ah Al-‘Adawiyah:”Cinta” adalah ungkapan kerinduan dan gambaran perasaan yang terdalam. Siapa yang merasakannya, niscaya akan mengenalinya. Namun, siapa yang mencoba untuk menyifatinya, pasti akan gagal.

Menurut Ibnu ‘Abdush Shamad:”Cinta” adalah yang mendatangkan kebutaan dan ketulian, cinta membutakan segalanya kecuali terhadap yang dicintai sehingga orang itu tidak melihat apa pun.

Menurut Hamka:”Cinta” adalah perasaan yang mesti ada pada setiap manusia. Ia laksana setetes embun yang turun dari langit, bersih, dan suci. Cuma tanahnyalah yang berlainan menerimanya. Jika ia jatuh ke tanah yang tandus, tumbuhlah oleh karena embun itu kedurjanaan, kedustaan, penipu, dan perkara tercela lainnya. Tetapi jika ia jatuh ke tanah yang subur, disana akan tumbuh kesucian hati, keikhlasan, setia, budi pekerti yang tinggi, dan lain-lain yang terpuji.

 Dari pendapat-pendapat diatas yang paling mendalam memaknai cinta adalah pendapat Hamka karena memiliki aura positif dengan nilai spiritual yang tinggi. Cinta diperumpamakan sebagai fenomena alam yang pemiliknya adalah ALLOH SWT.
 
Saya jadi mengambil kesimpulan bahwa intinya Cinta adalah suatu perasaan kasih sayang yang menghasilkan energy hingga mempengaruhi kehidupan dimana butuh pembuktian dan komitmen. Apakah dalam kehidupan yang nyata cinta itu semudah menuliskan definisinya. Ketika cinta butuh pembuktian seperti, istri selalu mengasihi suami yang banyak kekurangannya, atau seseorang terus menyayangi saudara atau sahabat yang menyebalkan. Dan apakah kita terus menyukai rutinitas sehari-hari.  Saya yakin dalam aktifitas sehari-hari, dan dalam menjalankan sebuah hubungan dengan seseorang,  kita akan tetap MENCINTAInya dengan berbagai syarat. 
Aku akan mengasihi suami jika dia menyayangi dan bertanggung jawab padaku…
Aku akan menyayangi saudara/sahabat jika dia baik padaku…
Aku akan menyukai seseorang jika dia tidak berseberangan denganku

Aku akan menyukai pekerjaanku jika pekerjaanku menyenangkanku

 
Jika melihat kalimat diatas, menyukai dan menyayangi  harus bersyarat dengan kata “jika”. Mungkin hanya orang-orang pilihan yang tanpa mengeluh mencintai. dan selalu konsisten menyayanginya dalam kondisi paling terburuk apapun. Apakah sanggup melakukannya…??
 
Sesugguhnya secara hakiki Cinta yang bisa kita lakukan tanpa syarat , pertama hanya hanya kepada ALLOH dan RasulNYA, berbicara tentang rasa suka, rasa tenang dan tenteram, rasa rindu dan pengharapan hanya ALLOH pemiliknya, Allah yang menciptakan rasa cinta dengan indah, Allah yang mengikat antara cinta yang satu dengan cinta yang lain, DIA pemilik hati manusia, sudah berjuta-juta tahun ALLOH telah menentukan yang terbaik kepada hambanya, kita tidak akan pernah tersakiti, kecewa dan salah bila mencintaiNYA.
 
 ALLOHpun mengatakannya di dalam AL-Quran :
 
Katakanlah: “Jika bapak-bapak, anak-anak, saudara-saudara, istri-istri, kaum keluargamu, harta kekayaan yang kamu usahakan, perniagaan yang kamu khawatiri kerugiannya, dan rumah-rumah tempat tinggal yang kamu sukai, adalah lebih kamu cintai daripada Allah dan Rasul-Nya dan (dari) berjihad di jalan-Nya, maka tunggulah sampai Allah mendatangkan keputusan-Nya.” Dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang fasik.(At Taubah:24)
 
Dan ketahuilah olehmu bahwa di kalangan kamu ada Rasulullah. Kalau ia menuruti (kemauan) kamu dalam beberapa urusan benar-benarlah kamu akan mendapat kesusahan tetapi Allah menjadikan kamu cinta kepada keimanan dan menjadikan iman itu indah dalam hatimu serta menjadikan kamu benci kepada kekafiran, kefasikan dan kedurhakaan. Mereka itulah orang-orang yang mengikuti jalan yang lurus,(Al-Hujurat:7)
 
Lalu Cinta tanpa syarat yang kedua adalah cinta ibu kepada anak-anaknya, ibu tidak akan pernah menjerumuskan anaknya, dan cintanya tidak pernah habis karena waktu dan usia. Seorang ibu akan terus menyayangi anaknya walaupun anaknya telah tumbuh dewasa dan menua, tetapi seseorang anak yang sudah dewasa dan berkeluarga belum tentu sanggup merawat ibunya yang sudah tua dan tidak berdaya…..

Sanggupkah kita melakukan CInta Tanta Syarat selain kepada ALLOH dan Ibu terhadap anaknya ???

2.5 dasawarsa

Oasee yang tidak pernah terbayangkan….

Pernah kah terbayangkan oleh kita hal-hal yang diluar nalar terjadi, bahkan mungkin hal yang kita benci malah menjadi sebuah kenyataan.  Langit dan bumi begitu jauh jaraknya, siang malam bahkan tidak pernah menjadi satu, tetapi ketika ALLOH sudah berkehendak apapun bisa terjadi.  Dua setengah  dasa warsa bukanlah waktu yang pendek, banyak perubahan yang terjadi. Dari rambut yang sudah menjadi dua warna hingga matapun harus bertambah menjadi empat.  Masa-masa lalu pernah berbuat salah, pernah melakukan kemaksiatan, bahkan menyakiti hati orang kemudian dengan kebesaran ALLOH dalam waktu hitungan detik bisa tertutup dengan sebuah ‘ketakjubpan” kenapa hati ini bisa luluh dan mengakui semua kesalahan, mungkin saat itu belum mengerti bahwa segala tindak tanduk yang tanpa sengaja menjadi sebuah kesombong bagi orang lain, bahkan betapa tidak takutnya itu bisa menjadi sebuah dosa.

Jika jari-jari  ALLOH saatnya menyentuh hati, tidak hanya getaran yang dirasakan tetapi rasa ngilu hingga tulang sum sum, dan kemudian tersadar…Ya ALLOH rasa apa yang KAU berikan kepada ku hingga luluh lantah dengan semua yang pernah dilakukan tanpa berfikir dan takut kepadaMU. Kejadian yang tidak terduga membuat  tercengang, dan saat ini  menduga duga apakah ini sebuah kesabaran dari doa orang-orang tercinta hingga ALLOH memberikan kado dan hiburan yang tidak terhingga nilainya…..

Kembali tarik nafas lagi kok bisa yaaa…

Duluu betapa bencinya…

Duluu betapa kecillnya…

Duluu betapa sombongnya…

Sekarang ALLOH memutar balikkan hati….

Menjadi sesuatu yang sangat  bermakna …….

 

Apakah ini sebuah rezeki…

Setiap orang mempunyai cara pandang yang berbeda dalam menyikapi arti dan makna rezeki. Ada yang dengan diberikan kesehatan dan umur yang berkah itu merupakan bagian dari rezeki. Ada pula yang selalu mendapat kebaikan itu pun juga bagian dari rezeki. Bahkan perubahan hati menjadi baik itu juga sebuah rejeki walaupun harus dengan menunggu lama dua setengah dasa warsa….Dan aku makin yakin ini adalah sebuah rejeki yang tidak terduga”

Nasehat sahabatku :

  • Pernahkah tanpa sengaja kau memikirkan seseorang yang sudah lama tidak bertemu, tiba-tiba orang tersebut muncul, atau kau bertemu dengannya atau kau menerima telepon darinya? Itu adalah kuasa ALLOH yang sedang menghiburmu.“Tidak ada yag namanya kebetulan (QS 3:190-191)”
  • Pernahkah kau mendapatkan sesuatu yang tidak terduga, yang selama ini kau inginkan tapi rasanya sulit untuk didapatkan? Itu adalah ALLOH yang mengetahui dan mendengar suara batinmu serta hasil dari benih kebaikan yang kau taburkan sebelumnya . “Tidak ada yang tidak mungkin karenaNYA (QS 65:2-3)”

==================================================

Dec. 23’14
Pears

you are not “pearls” but i found the “life pearls”

because this moment

Ikuti

Kirimkan setiap pos baru ke Kotak Masuk Anda.