Oktober 10, 2007

Hari Ke-29 & 30 : Muhasabah Ramadhan

29.jpg

Doa Hari ke 29
Ya Allah, naungilah aku dengan rahmat-
Mu, berilah aku petunjuk dan perlindungan-
Mu, sucikan hatiku dari bahaya fitnah,
wahai Yang Mengasihi hamba-hambanya
yang Mukmin.

30.jpg

Doa Hari ke 30
Ya Allah, jadikan puasaku dipenuhi
dengan syukur, dan amalku Engkau ridai
dan diridai oleh Rasul di mana cabangnya
dikukuhkan oleh dasar-dasar yang kuat,
demi kedudukan Nabi Muhammad dan
keluarganya yang suci, dan segala puji bagi
Allah Tuhan semesta alam.

=====================================

Sebagai catatan akhir di bulan Ramadhan  :

“Wahai orang-orang yang beriman bertaqwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok dan bertaqwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan” (Al-Hasyr:18)

Orang yang cendekia adalah yang mengoreksi dirinya dan mempersiapkan amal untuk bekal sesudah mati, dan orang bodoh (lemah) adalah yang menuruti hawa nafsunya dan berangan-angan kepada Allah” (HR Tirmidzi)

Karena memasuki hari-hari sesudah bulan ramadhan dan selanjutnya, nuansa dan aura akan berbeda. Suasana dan nilai rasa “pengaruh” ibadah tidak lagi seindah di bulan Ramadhan yang begitu sangat menyatu dengan qolbu. Apakah amal ibadah yang kita kerjakan selama bulan ramadhan akan sama kita sikapi di bulan-bulan berikutnya.

Marhaban Yaa Ramadhan…semoga Allah masih memberikan kesempatan aku dan orang-orang tercintaku bertemu di bulan Ramadhan Tahun Depan….amin…

Dengan segala keterbatasan yang aku miliki mohon dibukakan pintu maaf yang sebesar-besarnya……..

Oktober 10, 2007

Hari ke-28 : Peristiwa Subuh

28.jpg

Doa Hari ke 28
Ya Allah, berilah aku bagian kebaikan
dari amal-amal sunah (Bulan Ramadhan),
muliakan aku dengan berdoa, dekatkan aku
dengan berbagai sarana kedekatan pada-Mu,
wahai Yang tidak pernah bingung dengan
desakan orang-orang yang mendesak.

===========================

Song by : Raihan 

Tabuh berbunyi gemparkan malam sunyi
Berkumandang suara azan
Mandayu memecah sunyi
Selang seli sahutan ayam

Tapi insan kalaupun hanya adasubuh-2.jpg
Mata yang celik dipejam lagi
Hatinya penuh benci
Berdengkurlah kembali
Begitulah peristiwa di subuh hari
Suara insan di alam mimpi

Ayuh bangunlah
Tunaikan perintah Allah
Sujud mengharap keredhaan-Nya
Bersyukurlah bangkitlah segera
Moga mendapat keredhaan-Nya
Begitulah peristiwa di subuh hari
Setiap pagi setiap hari

Tabuh berbunyi gemparkan malam sunyi
Berkumandang suara azan
Mandayu memecah sunyi
Selang seli sahutan ayam

Tapi insan kalaupun hanya ada
Mata yang celik dipejam lagi
Hatinya penuh benci
Berdengkurlah kembali
Begitulah peristiwa di subuh hari
Suara insan di alam mimpi

Ayuh bangunlah
Tunaikan perintah Allah
Sujud mengharap keredhaan-Nya
Bersyukurlah bangkitlah segera
Moga mendapat keredhaan-Nya
Begitulah peristiwa di subuh hari
Setiap pagi setiap hari

****************

Peristiwa Subuh hari ini, berada di tol simatupang menuju tanah abang. Hanya ada beberapa mobil yang melintas, masih terasa hawa sejuk pagi yang dikirim Allah ke bumi. Awanpun mulai berganti biru, laju kendaraanku menemani otakku yang terus berfikir tentang sudah berapa banyak amal ibadah yang kulakukan sampai dengan hari ke-28 ini. Tanpa terasa air mataku jatuh, aku memikirkan apakah amal baikku bisa mengimbangi amal burukku, atau amal burukku lebih berat timbangannya. Ya Allah ampuni diriku… pagi ini aku masih diberi nikmat merasakan udara yang KAU berikan gratis untuk semua hamba-hamba MU.

10 menit dari rumah tidak terasa sudah di pintu keluar Tol Pd Indah, pikiranku terus saja melaju, tiba-tiba muncul wajah orang-orang terdekatku. Dan mulai kuingat kejadian yang membuat mereka marah-bahagia-tertawa-menangis. Ketika mereka merasa nyaman dengan keberadaanku akupun ikut merasakan, tetapi ketika mereka mulai marah dan sedih karena sikap dan perangaiku, terasa ada beban. Aku hanya bisa mengadu kepada Allah, Ya Allah mohon bukakan pintu maaf kepada hambaMU yang kusakiti…… dan aku sangat berharap Allah menyampaikan pesanku secara paralel kepada mereka yang merasa tersakiti. Terkadang akupun ketika marah melakukan hal yang diluar logika, seperti tidak mau bicara, tidak mau bertemu, bahkan ada yang lebih frontal lagi tidak mau memberi maaf. ALLAH saja yang mengusai seluruh alam semesta maha pemaaf. Betapa kerdilnya aku yang dengan sombongnya mendzalami hambamu yang lain. Astagfirlahhu…..

“Bu…sudah sampai”… ups… pikiranku harus kusimpan sejenak, ada pekerjaan lain yang harus kuselesaikan…..sampai aku terlupa mengucapkan Alhamdullilah sudah tiba ditujuan.

Smoga tabuh subuh pagi ini, menjadi pengingatku untuk tidak lagi menyakiti orang lain baik yang disengaja maupun tidak. Smoga semelirnya angin subuh menjelang pagi menjadi pendingin hatiku yang selalu panas. Smoga peristiwa subuh pagi ini menjadi aku lebih mengerti dengan orang-orang terdekat, dan mereka kucintai karena ALLAH…

=========subuh-2.jpg=========

Oktober 9, 2007

Hari ke-27 : LaIlAtUl qAdAr

27.jpg

Doa Hari ke 27
Ya Allah, berilah aku keutamaan
Lailatul Qadr, jadikan urusanku yang sulit
menjadi mudah, terimalah maafku, hapuslah
dosa dan kesalahanku, wahai Yang
Menyayangi hamba-Nya yang saleh.

==========================================

== LaIlAtUl QaDaR == 

marga satwa tak berbunyi
F                       A
gunung menahan nafasnya
Dm               E
anginpun berhenti
Gm
pohon-pohon tunduk
Bb
dalam gelap malam
Gm
pada bulan suci
A                    Dm
Quran turun ke bumi

**

A                    Bb         E   A
Quran turun ke bumi 2X

Reff
Dm     A           Dm   A
inilah malam seribu bulan
Gm                         A
ketika cahaya sorga menyinari bumi 2X

inilah malam seribu bulan
ketika tuhan menyeka air mata kita
ketika tuhan menyeka dosa-dosa kita

***** 

Jika kita amati kata perkata dari syair “Lailatul Qadar” membuat hati dan seluruh tubuh kita bergetar, dapatkah kita menggapai suatu malam kemulian  seperti beribadah seribu bulan. Malam penuh pengampunan dan terbebas dari api neraka…….wallahu alam……

Seperti diriwayatkan oleh Imam Muslim, Ahmad, Abu Daud dan Tarmidzi, Rasulullah saw bersabda, “Pada saat terjadinya lailatul qadar itu, malam terasa sangat jernih, terang, tenang, cuaca sejuk tidak terasa panas dan tidak juga dingin. Dan pada pagi hari matahari terbit dengan jernih terang-benderang tanpa tertutup sesuatu awan.”

Keutamaan Lailatul Qadar

  • Ibadah seperti shalat, tilawah Qur’an dan dzikir serta amal sosial (shadaqah, zakat, infaq) yang dilakukan itu lebih utama daripada ibadah seribu bulan (Anas bin Malik ra)

  • Riwayat Anas bin Malik ra. Rasulullah saw bersabda, “Lailatul Qadar untuk umatku, dan tidak memberikannya kepada umat-umat sebelumnya”.

  • Pada malam itu pintu-pintu langit dibuka, dan Allah menerima taubat dari hamba-Nya yang bertaubat.

  • “Barang siapa melakukan (qiyam, shalat malam) pada Lailatul Qadar, atas dasar iman dan semata-mata mencari ridha Allah, maka Allah akan mengampuni dosa-dosanya” (HR Bukhari, Muslim dan Baihaqy).

  • Tidak ada malam yang lebih utama dari Lailatul Qadar. Ibnu Abi Syaibah menyampaikan ungkapan Hasan Al Bashri, “Saya tidak pernah tahu adanya hari atau malam yang lebih utama dari malam yang lainnya, kecuali Lailatul Qadar, karena Lailatul Qadar lebih utama dari (amalan) seribu bulan“.

Guna menggapai Lailatul Qadar ialah dengan lebih bersungguh-sungguh dalam semua bentuk ibadah pada hari-hari Ramadhan, menjauhkan diri dari semua hal yang dapat mengurangi keseriusan ibadah pada hari-hari itu.

Firman Allah Al-Qadr (1-5) :

Sesungguhnya kami telah menurunkan (Al Quran) pada malam kemuliaan. Dan tahukah  kamu apakah malam kemuliaan itu?. Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan. Pada malam itu turun malaikat-malaikat dan malaikat Jibril denagn izin Tuhannya untuk mengatur segala urusan. Malam itu (penuh) kesejahteraan sampai terbit fajar.

Oktober 8, 2007

Hari ke-26 :

26.jpg

Doa Hari ke 26
Ya Allah, jadikanlah usahaku di
dalamnya (Bulan Ramadhan) dihargai,
dosaku diampuni, amalku diterima, aibku ditutup,
wahai Yang Maha Mendengar.

========================================

Oktober 8, 2007

Hari ke-24 & 25

24.jpg

Doa Hari ke 24
Ya Allah, aku memohon sesuatu yang
mendatangkan rida-Mu, aku berlindung dari
apa yang mendatangkan murka-Mu, aku
mohon bimbingan agar taat pada-Mu dan
tidak berbuat maksiat pada-Mu, wahai Yang
Maha Pemurah bagi orang-orang yang meminta.

*********************************************************

25.jpg

Doa Hari ke 25
Ya Allah, jadikan aku cinta pada
kekasih-Mu dan membenci musuh-musuh-Mu
dan mengikuti sunah nabi terakhir-Mu,
wahai Pelindung hati para nabi.

=============================================

Kebencian dan ketidak sukaan terhadap orang lain, jangan jadikan suatu permasalahan. Memang manusia diciptakan oleh Allah sebagai mahluk yang sempurna. Tetapi manusia itu memiliki kelebihan dan kekurangan. Sebagai sesama mahluk ciptaan Allah, tetaplah berfikir positif terhadap orang yang kita benci. Dan ada satu hal yang paling penting yang perlu kita renungkan, biasanya kebencian itu disebabkan oleh sikap atau sifat yang tidak sesuai oleh pikiran kita, seandainya semua manusia diciptakan memiliki sifat dan sikap yang sama, maka tidak mungkin Surat Al-Ashr turun ke bumi sebagai salah satu tuntunan hidup manusia :

Demi masa. Sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian. Kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasehat menasehati supaya mentaati kebenaran dan nasehat menasehati supaya menetapi kesabaran. (Al-AShr 1-3).

Untuk orang yang merasa beriman Kata-kata Saling nasehat menasehati berarti saling berinteraksi dan berkomunikasi dengan sesama manusia.  Apabila kita masih membenci seseorang dan kita tidak menerima kekurangan orang tersebut, dan tidak menyampaikan sesuatu kebenaran, apakah kita masih termasuk orang yang beriman.

 

Oktober 5, 2007

Hari ke-23 : Penyakit Hati

23.jpg

Doa Hari ke 23
Ya Allah, bersihkan aku dari dosa,
sucikan aku dari aib, dan ujilah hatiku
dengan hati yang bertakwa, wahai Yang
Menghapus dosa para pedosa

=========================================

Hati itu dapat hidup, mati, sehat dan sakit.

“Dan apakah orang yang sudah mati kemudian dia Kami hidupkan dan Kami berikan kepadanya cahaya yang terang, yang dengan cahaya itu dia dapat berjalan di tengah-tengah masyarakat manusia, serupa dengan orang yang keadaannya berada dalam gelap gulita yang sekali-kali tidak dapat keluar dari padanya.” (Al-An’am : 122)

Artinya, ia mati karena kekufuran, lalu Kami hidupkan kembali dengan keimanan. Hati yang hidup dan sehat, apabila ditawari kebatilan dan hal-hal yang buruk, dengan tabi’at dasarnya ia pasti menghindar, membenci dan tidak akan menolehnya. Lain halnya dengan hati yang mati. Ia tak dapat membedakan yang baik dan yang buruk.

Penyakit hati itu ada dua macam: Penyakit syahwat dan penyakit syubhat. Keduanya tersebut dalam Al-Qur’an.

1.  Penyakit Syahwat

  • Hai isteri-isteri nabi, kamu sekalian tidaklah seperti wanita yang lain, jika kamu bertaqwa. Maka janganlah kamu tunduk dalam berbicara sehingga berkeinginanlah orang yang ada penyakit dalam hatinya dan ucapkanlah perkataan yang baik. (Al-Ahzab:32)

Yang dimaksud dengan tunduk di sini ialah berbicara dengan sikap yang menimbulkan keberanian orang bertindak yang tidak baik terhadap mereka. Yang dimaksud dengan hati mereka ada penyakit ialah orang yang mempunyai niat berbuat serong dengan wanita, seperti melakukan zina.

2. Penyakit  Syubhat

  • Dalam hati mereka ada penyakit, lalu ditambah Allah penyakitnya, dan bagi mereka siksa yang pedih, disebabkan mereka berdusta. (Al-Baqaroh : 10)

Yakni keyakinan mereka terhadap kebenaran nabi Muhammad saw lemah. Kelemahan keyakinan itu, menimbulkan kedengkian, iri-hati dan dendam terhadap nabi saw, agama dan orang-orang Islam.

  • Dan adapun orang-orang yang didalam hati mereka ada penyakit. Maka dengan surat itu bertambah kekafiran mereka, disamping kekafirannya (yang telah ada) dan mereka mati dalam keadaan kafir. (At- Taubah : 125)

 Maksud penyakit bathiniyah seperti kekafiran, keragu-raguan dan sebagainya.

Penyakit syubhat. Penyakit ini lebih parah daripada penyakit syahwat. Karena penyakit syahwat masih bisa diharapkan sembuh, bila syahwatnya sudah terlampiaskan. Sedangkan penyakit syubhat, tidak akan dapat sembuh, kalau Allah tidak menanggulanginya dengan limpahan rahmat-Nya.

Seringkali penyakit hati bertambah parah, namun pemiliknya tak juga menyadari. Karena ia tak sempat bahkan enggan mengetahui cara penyembuhan dan sebab-sebab (munculnya) penyakit tersebut. Bahkan terkadang hatinya sudah mati, pemiliknya belum juga sadar kalau sudah mati. Sebagai buktinya, ia sama sekali tidak merasa sakit akibat luka-luka dari berbagai perbuatan buruk. Ia juga tak merasa disusahkan dengan ketidak mengertian dirinya terhadap kebenaran, dan keyakinan-keyakinannya yang batil. “Luka, tak akan dapat membuat sakit orang mati.” Terkadang ia juga merasakan sakitnya. Namun ia tak sanggup mencicipi dan menahan pahitnya obat. Masih bersarangnya penyakit tersebut di hatinya, berpengaruh semakin sulit dirinya menelan obat. Karena obatnya dengan melawan hawa nafsu. Itu hal yang paling berat bagi jiwanya. Namun baginya, tak ada sesuatu yang lebih bermanfaat dari obat itu. Terkadang, ia memaksa dirinya untuk bersabar. Tapi kemudian tekadnya mengendor dan bisa meneruskannya lagi. Itu karena kelemahan ilmu, keyakinan dan ketabahan. Sebagai halnya orang yang memasuki jalan angker yang akhirnya akan membawa dia ke tempat yang aman.

Hal tersebut membutuhkan kesabaran dan keyakinan yang kuat, yang dengan itu ia mampu berjalan. Kalau kesabaran dan keyakinannya mengendor, ia akan balik mundur dan tidak mampu menahan kesulitan. Apalagi kalau tidak ada teman, dan takut sendirian.

Menyembuhkan Penyakit Dengan Makanan Bergizi dan Obat :
Gejala penyakit hati adalah, ketika ia menghindari makanan-makanan yang bermanfaat bagi hatinya, lalu menggantinya dengan makanan-makanan yang tak sehat bagi hatinya. Berpaling dari obat yang berguna, menggantinya dengan obat yang berbahaya. Sedangkan makanan yang paling berguna bagi hatinya adalah makanan iman. Obat yang paling manjur adalah Al-Qur’an masing-masing memiliki gizi dan obat. Barangsiapa yang mencari kesembuhan (penyakit hati) selain dari Al-kitab dan As-sunnah, maka ia adalah orang yang paling bodoh dan sesat.

“Katakanlah: “Al-qur’an itu adalah petunjuk dan penawar bagi orang-orang yang beriman. Dan orang-orang yang tidak beriman pada telinga mereka ada sumbatan, sedang Al-qur’an itu suatu kegelapan bagi mereka. Mereka itu adalah (seperti) orang-orang yang dipanggil dari tempat jauh.” (Fushshilat : 44)

Al-qur’an adalah obat sempurna untuk segala penyakit tubuh dan hati, segala penyakit dunia dan akherat. Namun tak sembarangan orang mahir menggunakan Al-qur’an sebagai obat. Kalau si sakit mahir menggunakannya sebagai obat, ia letakkan pada bagian yang sakit, dengan penuh pembenaran, keimanan dan penerimaan, disertai dengan keyakinan yang kuat dan memenuhi syarat-syaratnya. Tak akan ada penyakit yang membandel. Bagaimana mungkin penyakit itu akan menentang firman Rabb langit dan bumi, yang apabila turun diatas gunung, gunung itu akan hancur, dan bila turun di bumi, bumi itu akan terbelah ? Segala penyakit jasmani dan rohani, pasti terdapat dalam Al-Qur’an cara memperoleh obatnya, sebab-sebab timbulnya dan cara penanggulangannya.

Dikutip dari: Abdul Akhir Hammad Alghunaimi, “Tahdzib Syarh Ath-Thahawiyah Dasar-dasar ‘Aqidah Menurut Ulama Salaf“, penerjemah: Abu Umar Basyir Al-Medani, Pustaka At-Tibyan, buku 2, Cetakan I, 2000, hal 264-266.

Ketika Penyakit itu mulai merambat cepatlah mengambil suatu sikap yang jelas dan pasti. Jangan pernah ragu antara yang haq dan bhatil. Disetiap perjuangan tentunya membutuhkan niat yang kuat untuk mencapai suatu kesuksesan. Kepada Allah hanya kita sandarkan semua permasalahan, dan hanya Allah satu-satunya yang dapat menolong kita untuk terhindar dari penyakit hati.

Oktober 4, 2007

Hari Ke-22 : Cinta Dunia

22.jpg

 Doa Hari ke 22
Ya Allah, bukalah bagiku pintu-pintu
keutamaan-Mu, turunkanlah padaku berkah-
Mu, dan bimbinglah aku (untuk) mencapai
rida-Mu, dan tempatkan aku pada indahnya
surga-Mu, wahai Yang Mengabulkan doa
orang-orang yang terdesak.

=================

“Barangsiapa menghendaki kehidupan dunia dan perhiasannya, niscaya kami berikan kepada mereka balasan pekerjaan mereka di duniadengan sempurna dan mereka di dunia ini tidak akan dirugikan. Itulah orang-orang yang meperoleh di akherat, kecuali neraka dan lenyaplah di akherat itu apa yang telah mereka usahakan di dunia dan sia-sialah yang sedang mereka kerjakan” (Hud 15-16).

Bahaya Cinta Dunia :

  1. Sumber segala kesalahan : Imam Ahmad menceritakan dari Imam Sofyan bahwa beliau berkata, “Isa bin Maryam as berkata, “Cinta dunia itu sumber segala kesalahan dan didalam harta benda  terdapat banyak penyakit, Para sahabat bertanya, “Apa penyakitnya?” Beliau menjawab, “Orang yang cinta dunia tidak dapat meninggalkan sifat bangga dan angkuh.” “Kalau dia bisa menghindari sifat tersebut?” tanya mereka. “dia akan sibuk mengurus dan meningkatkannya hingga lalai dari dzikir kepada Allah Azza wa Jalla”, jawab beliau.

  2. Lalai dari cinta dan dzikrullah adalah bahaya terendah dari cinta dunia : Karena barangsiapa  dilalaikan oleh harta bendanya, dia akan merugi. Terlebih bila lalai dari dzikrullah, ia akan hanya seperti mayat. Bila hati sepi dari dzikir ia akan dihuni dan disetir syetan sesuai kehendaknya. Dalam sebuah riwayat menyebutkan bahwa iblis berkata, “Jika seorang manusia telah dikuasai (hatinya) dan menjadi lemah, maka kami akan membolak balikkan hati nya bagaikan seornag anak kecil mempermainkan bola”.

  3. Menjadi Penghuni Neraka : Cinta dunia menjadikan neraka dipenuhi orang, sedangkan sikap zuhud dunia membuat ramainya syurga.

  4. Mabuk karena cinta dunia lebih berbahaya dari pada minuman keras : Karena orang yang mabuk karena cinta dunia tidak akan sadar kecuali setelah berada di dalama kubur. Yahya bin Mu’adz berkata, “Dunia itu araknya syetan. Barang siapa mabuk karenanya ia tidak akan segera sadar, kecuali setelah berada di tengah kumpulan orang mati dalam keadaan menyesal di antara orang-orang yg merugi”

Oktober 3, 2007

Hari Ke-21 : Berbohong

21.jpg

Doa Hari ke 21
Ya Allah, berilah aku petunjuk menuju
rida-Mu, jangan Kau beri setan jalan atasku,
dan jadikanlah surga sebagai tempat tinggal
dan istirahat bagiku, wahai Yang Memenuhi
hajat orang-orang yang meminta.

 

 =========================================

Bohong adalah mengatakan tidak sebenarnya, dan Kebohongan merupakan salah satu bagian hidup manusia. Tidak mudah untuk mengenalinya karena ada banyak cara dalam melakukan kebohongan baik secara verbal maupun nonverbal. Berbohong biasanya tidak selalu buruk akibatnya, sedangkan menipu jelas bertujuan jelek bahkan jahat.

Terkadang demi sopan santun atau karena tuntutan norma-norma yang ada, orang sering mengatakan sebaliknya bukan apa adanya. Misalnya, tamu mengatakan masakan yang dihidangkan oleh tuan rumah enak sekali, padahal sebetulnya rasanya ngga karuan.

Berbohong banyak dilakukan untuk tujuan yang baik, sedangkan menipu banyak merugikan orang lain bertujuan jelek bahkan jahat. Berkata lain dari senyatanya adalah berbohong. Mengatakan pada pembeli bahwa batu akik yang dijual sebagai berlian adalah menipu.

Memang terlihat tipis perbedaan berbohong dan menipu, sebagai bahan referensi yang sangat akurat dan hakiki ada hadist menerangkan sebagai berikut :

“Saya tidak pernah mendengar Rasulullah Saw memberi kelonggaran berdusta kecuali dalam 3 hal: [1] Orang yang berbicara dengan maksud hendak mendamaikan, [2] orang yang berbicara bohong dalam peperangan dan [3] suami yang berbicara dengan istrinya serta istri yang berbicara dengan suaminya (mengharapkan kebaikan dan keselamatan atau keharmonisan rumah tangga)”. (HR. Muslim)

Dari hadis di atas jelas sekali bahwa ada kondisi-kondisi tertentu seseorang diperbolehkan berdusta. Memang terdengar aneh jika seseorang dilarang mutlak berbohong., bagaimana jika di dalam peperangan seorang Muslim yang tertangkap diminta untuk membocorkan rahasia-rahasia negara oleh pihak musuh. Apakah sang Muslim akan tetap diam atau berkata jujur kepada pihak musuh? Bukankah jika si Muslim berbohong kepada pihak musuh maka itu akan merugikan mereka, atau paling tidak membuat mereka kehilangan waktu percuma? Kasus di atas juga bisa menjadi pengecualian tentunya.

Untuk menghindari kita tidak berbohong lebih baik kita diam atau tutup mulut, tetapi bagaimana tindakan kita apabila kita dibohongi oleh seseorang. Apakah kita perlu mengintrogasi atau mencari-cari kenapa orang tersebut membohongi kita atau kita biarkan mereka berbohong dan kita tetap menata hati untuk tidak terpengaruh dengan kebohongannya. Kita tidak akan merugi apabila kita tetap berfikiran positif walaupun kita dibohongi.

Menurut beberapa refensi kebohongan bisa terungakap melalui ekspresi wajah, gerak tangan atau tubuh, dan nada suara. Ketika berbohong, seseorang umumnya mengangkat bahu, mengedip-ngedipkan kelopak matanya, dahinya banyak berkerut, bibirnya banyak bergerak kebawah, sering menggeleng-gelengkan kepala, atau meringis sesaat sebelum menjawab pertanyaan, dengan cepat menunjukkan ekpresi muak, jijik, benci, atau malah kegirangan berlebihan untuk menyakinkan orang yang dibohongi. (Kompas).

Mengatakan dan melakukan yang sebenar-benarnya sesuai kenyataan (Jujur) adalah harta termahal dan sangat langka, terlebih di era global seperti sekarang. Kembali lagi “IMAN” yang berbicara, tatkala seseorang sedang berbohong/berdusta/menipu berarti tidak ada lagi iman.

Hai orang-orang yang beriman hendaklah kamu jadi orang-orang yang selalu menegakkan (kebenaran) karena Allah, menjadi saksi dengan adil. Dan janganlah sekali-kali kebencianmu terhadap sesuatu kaum, mendorong kamu untuk berlaku tidak adil. Berlaku adillah, karena adil itu lebih dekat kepada taqwa. Dan bertaqwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan. (Almaidah : 8).

Oktober 2, 2007

Hari ke-20 : Konsekuensi Iman

20.jpg

Doa Hari ke 20
Ya Allah, bukakanlah pintu-pintu surga
dan tutupkanlah pintu-pintu neraka (bagiku),
bimbinglah aku untuk membaca Alquran,
wahai Yang Menurunkan ketenangan pada
hati orang-orang Mukmin

* * * * * * *

“Apakah manusia mengira bahwa mereka akan dibiarkan begitu saja mengatakan “kami beriman” sedang mereka tidak diuji ?. Sungguh kami telah menguji orang-orang sebelum mereka maka dengannya Allah akan mengetahui siapakah diantara mereka yang benar (imannya) dan agar Dia mengetahui orang-orang yang berdusta” (Al-Ankabut 2-3).

Ada beberapa ujian yang sesungguhnya merupakan konsekuensi dari ikrar keimanan seseorang, yakni :

  1. Harus membenarkan semua yang datang dari Allah Ta’alaa. Orang mukmim harus sadar dan yakin bahwa segala yang datang dari Allah adalah haq, tidak boleh didustakan  sama sekali. Bila ada hal yang tampak tidak “logis” yakinilah bahwa Allah Maha Mengetahui segala sesuatu, karena yang kita ketahui hanyalah sedikit.

  2. Ketaatan kepada Allah dan Rasul dilandasi keyakinan bahwa Allah telah menyediakan balasan syurga bagi orang yang menjalankan perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya. Disamping itu Allah menjanjikan padanya dengan derjat yang mulia di sisi Allah, bersama para nabi, para shadiqin, syuhada dan orang-orang yang shalih.

  3. Jika kalbu telah dipenuhi ruh iman, maka akan mendorong anggota tubuh untuk melakukan amal shalih dan serius menunaikan kewajiban. Orang mukmin menyadari bahwa amal shalih yang dilakukan sesungguhnya bukan sekedar kewajiban tetapi lebih kepada sebagai kebutuhan.

  4. Iman belum dikatakan sempurna sebelum kewajiban terpenuhi dan larangan ditinggalkan. Prinsif yang mesti ditegakkan bahwa segala larangan Allah harus ditinggalkan tanpa reverse, tanpa tawar menawar. Sedangkan perintah Allah dilaksanakan dengan sungguh dan sesuai kemampuan.

  5. Jika melakukan kesalahan seorang mukmin harus sesegera mungkin untuk bertaubat. Menyesali perbuatannya, tidak mengulangi nya, dan mohon ampun kepada Allah.

  6. Amar ma’ruf nahi munkar merupakan konsekuensi iman dan karakter orang mukmin. Kita mesti menyadari bahwa orang-orang disekitar kita terkadang terbawa oleh budaya barat dan tidak senang dengan ajaran2 Isalm yang dianggap ketinggalan jaman.

Hubungan kekuatan iman dalam kalbu mukmin terukur pada sejauh mana kemauan dan kemampuannya dalam amar ma’ruf nahi munkar.

“Barangsiapa melihat kemunkaran, harus mengubahnya dengan tangannya, jika tidak mampu maka ubahlah dengan lisannya, jika tidak mampu maka dengan hatinya. Dan itu adalah selemah lemah iman”. (HR Muslim)

Oktober 2, 2007

Hari ke-17, 18, & 19 : Sabarrr

18.jpg

Doa Hari ke 17
Ya Allah, tuntunlah aku untuk beramal
saleh, penuhilah hajatku dan harapanku,
wahai Yang tidak membutuhkan tafsir dan
pertanyaan, wahai Yang Mengetahui hati
semua mahluk, sampaikan shalawat kepada
Muhammad dan keluarganya yang suci.

>>>>><<<<<<

17.jpg

Doa Hari ke 18
Ya Allah, sadarkanlah aku untuk
mendapatkan keberkahan di waktu sahur,
terangilah hatiku dengan pelitanya,
bimbinglah anggota tubuhku untuk
mengikuti tanda-tandanya, demi cahaya-Mu,
wahai Penerang hati orang-orang yang arif

>>>>>><<<<<<

19.jpg

Doa Hari ke 19
Ya Allah, arahkanlah aku untuk
memperoleh bagian berkahnya (Bulan
Ramadhan), mudahkanlah jalanku untuk
mendapatkan kebaikannya, jangan Kau
cegah aku dari menerima kebaikannya,
wahai Pemberi petunjuk pada kebenaran
yang jelas.

===========================

Manusia diciptakan dengan sifat terburu-buru atau tidak sabar, oleh karenannya manusia banyak melakukan kesalahan. Dalam agama menyerukan setiap orang agar bersabar karena Allah. Sabar adalah dapat menahan diri dari goncangan dalam kondisi apapun, sabar dalam Islam tidak ada batasnya, dan sabar merupakan salah satu sifat penting untuk mencapai ridha Allah. Janji Allah kepada orang-orang yang sabar terdapat dalam firmannya :

Dan untuk (memenuhi perintah) Tuhanmu, bersabarlah (Mudatsir : &)

“Hai orang-orang yang beriman, bersabarlah kamu dan kuatkanlah kesabaranmu dan tetaplah bersiap siaga (di perbatasan negerimu) dan bertaqwalah kepada Allah supaya kamu beruntung.” (Ali Imran: 200)

“Jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu. Dan sesungguhnya yang demikian itu sungguh berat, kecuali bagi orang-orang yang khusyuk.” (al-Baqarah: 45)

“Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar, (yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka mengucapkan, ‘Innaa lillaahi wa innaa ilaihi raaji`uun.’” (al-Baqarah: 155-156)

Sabar merupakan sifat mulia yang dapat meningkatkan kekuatan orang-orang beriman. Allah menyatakan pada ayat berikut, betapa kekuatan sabar ini bisa mengalahkan sesuatu.

“Sekarang, Allah telah meringankan kepadamu dan Dia telah mengetahui bahwa padamu ada kelemahan. Maka jika ada di antaramu seratus orang yang sabar, niscaya mereka dapat mengalahkan dua ratus orang; dan jika di antaramu ada seribu orang (yang sabar), niscaya mereka dapat mengalahkan dua ribu orang dengan seizin Allah. Dan Allah beserta orang-orang yang sabar.” (al-Anfaal: 66)

Sabar, sekali lagi, merupakan sifat yang tergolong positif yang diterangkan dalam Al-Qur`an. Seseorang bisa saja rendah hati, sederhana, baik budi, taat atau patuh; namun semua kebaikan ini hanya akan berharga ketika kita menggabungkannya dengan kesabaran. Kesabaranlah yang diperlihatkan dalam berdo’a dan merupakan sifat orang beriman, yang membuat do’a-do’a kita dapat diterima.

  • Sabar dalam menunaikan ketaatan kepada Allah : senantiasa sabar membersihkan noda-nodanya, jangan malas menunaikan adab-adabnya dan sunnahnya

  • Sabar dalam menjauhi kemaksiatan : sabar untuk menahan diri anggauta tubuh dari berbagai bentuk kedurhakaan

  • Sabar dalam menghadapi musibah : sabar menerima berbagai hal yang diluar keinginan dan perkiraan hatinya

Sabar ya …… semua kejadian yang harus dihadapi dengan air mata, kekesalan, dan kemarahan. Yakinilah, bahwa cobaan itu kecilll dibanding besarnya Karunia, banyak ni’mat yang dirasakan.