Kamis, 18 September 2008
Sungguh malam tidak pernah berubah
Engkau tetap tidak peduli dengan keburukan
Engkau Tidur nikmat dalam kesenangan dan puas dengan nafsu yang terlampiaskan
Tidakkah engkau lihat dosa di pundakmu besar dan berberet laksana pegunungan?
Layakkah engkau bekerja seperti sekarang tanpa peduli keharaman dan kehalallan?
Jika engkau tidak tertarik kepada dunia, engkau telah menahan nafsu kesesatan
Ayahku, Khalil, melewati malam dengan ibdaha menjadikan al-sab al-thiwal sebagai bacaan
Dengan hati yang senantiasa gemetar dan mata selalu dalam tangisan
Kulihat hari demi hari memindahkan kita sedikit demi sedikit menuju kuburan
Selama masih hidup cukuplah sedikit gandum disertai segelas air tawar sebagai minuman
Apabila akhir perjalanan petaka, buat apa mencari kesenangan dan kenikmatan?
Bukankah ada pelajaran dari mereka yang telah tiada entah ibu, bapak, paman, entah keponakan
Tampak istri berada dibelakangku sementara kerandaku dipikul oleh handai tolan
Mereka menyegerakan perjalanan tanpa kusadari menuju negeri kemenangan ataukah kemalangann
Kita semua sudah pasti mati
Yang hidup kekal hanyalah Allah sang Rahmat
==========================================
Al-Munaafiquun 11 : Dan Allah sekali-kali tidak akan menangguhkan (kematian) seseorang apabila telah datang waktu kematiannya. Dan Allah Maha Mengenal apa yang kamu kerjakan.