September 18, 2008...12:13 pm

Air Mata Cinta Pembersih Dosa-2

Lompat ke Komentar

Kamis, 18 September 2008

Sungguh malam tidak pernah berubah

Engkau tetap tidak peduli dengan keburukan

Engkau Tidur nikmat dalam kesenangan dan puas dengan nafsu yang terlampiaskan

Tidakkah engkau lihat dosa di pundakmu besar dan berberet laksana pegunungan?

Layakkah engkau bekerja seperti sekarang tanpa peduli keharaman dan kehalallan?

Jika engkau tidak tertarik kepada dunia, engkau telah menahan nafsu kesesatan

Ayahku, Khalil, melewati malam dengan ibdaha menjadikan al-sab al-thiwal sebagai bacaan

Dengan hati yang senantiasa gemetar dan mata selalu dalam tangisan

Kulihat hari demi hari memindahkan kita sedikit demi sedikit menuju kuburan

Selama masih hidup cukuplah sedikit gandum disertai segelas air tawar sebagai minuman

Apabila akhir perjalanan petaka, buat apa mencari kesenangan dan kenikmatan?

Bukankah ada pelajaran dari mereka  yang telah tiada entah ibu, bapak, paman, entah keponakan

Tampak istri berada dibelakangku sementara kerandaku dipikul oleh handai tolan

Mereka menyegerakan perjalanan tanpa kusadari menuju negeri kemenangan ataukah kemalangann

Kita semua sudah pasti mati

Yang hidup kekal hanyalah Allah sang Rahmat

==========================================

Al-Munaafiquun 11 : Dan Allah sekali-kali tidak akan menangguhkan (kematian) seseorang apabila telah datang waktu kematiannya. Dan Allah Maha Mengenal apa yang kamu kerjakan.

Tinggalkan Balasan