Sesungguhnya manusia, manakala hatinya mati atau membatu, manakala akalnya padam atau menyimpang, manakala kalah dalam pertarungan dengan syetan, manakala langkah yang ditempuh keluar dari rel agama yg diajarkan. Sesungguh pada saat itu semakin banyak pintu-pintu masuk kejahatan dalam dirinya. Apalgi syetan itu mengalir dala diri manusia selairan dengan darah. Seorang manusia, yang perlawanan dan imunitas kejiwaanya lemah akan dikuasai oleh syetan.
Al-A’raf : 16-17 : “Iblis menjawab: “Karena ENgkau telah menghukum saya tersesat, saya benar-benar akan menghalang-halangi mereka dari jalan Engkau yang lurus. Kemudian saya akan mendatangi mereka dari muka dan dari belakang mereka, dari kanan dan kiri mereka.
Memaknai arti Surat Al-A’raf : 16-17, betapa Syetan menggangu kita dari berbagai arah, berbagai celah, dan berbagai kesempatan. Saat kita melakukan kebaikanpun Syetan terus menggoda kita dengan menimbulkan rasa bangga & riya atas kebaikan yang telah kita lakukan. Saat kita sholatpun pikiran kita masih saja diganggu untuk beralih memikirkan dunia. Auzubillah hi minasy syaitoonirrajim…..
Menurut beberapa ulama, Syetan masuk melalui sepuluh pintu, oleh karena itu kiat-kiat untuk membentengi diri dari godaan Syetan kita harus berjaga-jaga bahkan menutup kesepuluh pintu tersebut.
Pertama, serakah dan buruk sangka. Maka lawanlah dengan sifat Qona’ah (merasa cukup dengan yang ada) dan sikap percaya (yakin).
Kedua, cinta kehidupan dan panjang cita-cita. Maka lawanlah dengan rasa takut maut menjemput secara tiba-tiba.
Ketiga, ingin hidup santai dan serba nikmat. Maka lawanlah dengan hilangnya kenikmatan dan perhitungan yang pahit.
Keempat, ujub (bangga diri). Maka lawanlah dengan kesadaran bahwa semua yang ada adalah anugerah dari Allah dan dengan rasa takut akan akibat yang akan terjadi.
Kelima, meremehkan dan kurang menghormati orang lain. Maka lawanlah dengan mengetahui hak dan kehormatan mereka.
Keenam, dengki. Maka lawanlah dengan Qona’ah dan puas dengan apa yang Allah berikan kepada mahluk-Nya.
Ketujuh, riya dan senang dipuji orang. Maka lawanlah dengan iklas.
Kedelapan, kikir. Maka lawanlah dengan kesadaran akan binasanya apa-apa yang ada di tangan makhluk dan kekalnya apa-apa yang ada di sisi Allah swt.
Kesembilan, sombong. Maka lawanlah dengan sifat tawadhu (rendah hati).
Kesepuluh, tamak. Maka lawanlah dengan Tsiqoh (yakin) terhadap apa yang ada pada sisi Allah dan zuhud (meninggalkan) apa yang ada pada manusia.
Dan diantara tuntunan yang sangat ditekankan oleh Islam sebagai upaya penjagaan diri dari panah dan tipu daya Syetan adalah : menyebut nama Allah sebelum memulai suatu Pekerjaan, Membaca Dzikrullah, dan Istighfar.