Kaum yang bertaqwa telah sampai, sementara kami belum…
Kami bingung, tidak paham, dan tidak tahu
Wahai Kekasih kami, anugerahkanlah wanginya hubungan
Kami tidak akan menegrti tanpa kedermawanan-Mu
Jika Engkau memberi, kami berharap ampunan-Mu
Dan kami bersimpuh di pintu agung-Mu
Kami merendah di hadapan-Mu, smoga Engkau dengan kelembutan-Mu, mau memberi kami rida-Mu
Demi kebenaran-Mu, kami menghampiri perlindungan-Mu
Kami pernah terusir ketika kami menuju kepada-Mu
Kami terhalang oleh tebalnya maksiat
Kami terhijab oleh dosa kami kepada-Mu
Jarak yang jauh ini bukan berasal dari-Mu melainkan akibat dosa yang kami perbuat selalu
Engkau telah membuka pintu kemurahan-Mu sebagai karunia untuk kami setelah dosa kami di kepada-Mu
Kami memang tidak pantas berada di dekat-Mu namun kami bertobat dan ingin kembali ke pangkuan-Mu
Kami menjalin hubungan adil dengan-Mu untuk beberapa waktu dan berjanji setia namun kemudian kami menghianati-MuEngkau tidak mengingkari janji kepada kami
Kamilah yang mengingkari janji kepada-Mu
Kami jauh dari Rida-Mu karena dosa
Seandainya pantas, tentu kami didekap-Mu
Kami mengakui kesalahan kami kepada-Mu
Anugerahilah rida-Mu dan kami telah mengaku
Tidak ada yang diharapkan oleh hamba kecuali Tuhannya
Engkau mengasihi kami betapun kami dahulu
Tidak ada selain-Mu yang bisa menggantikan
Bukankah kebenaran takkan berarti tanpa-Mu?
Betapa indah dan nikmatnya berhubungan dengan-Mu
Betapa tinggi dan mulianya kedudukan-Mu
Kemualian kami ada pada merendahnya kami kepada-Mu
Kehormatan kami terwujud saat kami tunduk kepada-Mu
Source : Ibn al-Jawzi