Kamis 4 February, 2008
Hidup adalah masalah pilihan
Kebahagiaan semu bisa kaudapatkan, yang sejati tak jauh dari jangkauan
Cinta kasih bisa kau miliki, namun dendam dan amarah juga bisa kau alami
Persahabatan nan indah bukan impian,
Pengkhianatan dan kepahitan mungkin kau dapati
Kenikmatan sesaat bisa diraih, kenikmatan abadi mudah didapat
Harapan dan angan kadang terealisasai, kadang jauh dari harapan…
===========================================================================================
Setiap yang berjiwa dan bernyawa (manusia) akan mengalami suatu ujian berupa COBAAN keburukan dan cobaan kebaikan. Kepahitan bukan hanya dari cobaan keburukan saja, tapi cobaan kebaikan pun bisa menjadi suatu kepahitan apabila kita tidak mencermati dan mengambil hikmah dari kebaikan yang diberikan kepada ALLOH. Di beberapa hadits dan cerita jaman Rasullullah mengatakan bahwa Orang miskin yg beriman akan lebih dahulu masuk surga dibanding Orang kaya yang beriman. Memang pada kebanyakan orang, apabila cobaan keburukan terjadi, secara naluri tingkat kepasrahan dan tingkat kedekatan dengan ROBBnya sangat tinggi, dan dibalik cobaan keburukan itu sepatutnya kita bersyukur karena komunikasi dan harapan kepada Maha Pencipta mengalir dari hati yang paling dalam. Coba kita amati pada kebanyakan orang yang mendapatkan cobaan kebaikan, respon yang muncul adalah sifat Ego, merasa kebaikan yg didapat adalah karena usaha kerasnya, padahal dibalik itu semua tanpa campur tangan dari ALLOH tidak mungkin takdir itu terjadi. COBAAN itu perlu untuk menguji keimanan seseorang, banyak para ulama berpendapat UKURAN BAGI SEMPURNA ATAU TIDAKNYA IMAN SESEORANG ADALAH BAGAIMANA ORANG TERSEBUT DAPAT MENGHADAPI BERBAGAI COBAAN DENGAN PENUH TAWAKAL
Sungguh Indah orang Beriman “Apabila diberi cobaan kebaikan bersyukur, dan apabila diberi cobaan kepahitan bersabar”