Oktober 4, 2007...6:34 am

Hari Ke-22 : Cinta Dunia

Lompat ke Komentar

22.jpg

 Doa Hari ke 22
Ya Allah, bukalah bagiku pintu-pintu
keutamaan-Mu, turunkanlah padaku berkah-
Mu, dan bimbinglah aku (untuk) mencapai
rida-Mu, dan tempatkan aku pada indahnya
surga-Mu, wahai Yang Mengabulkan doa
orang-orang yang terdesak.

=================

“Barangsiapa menghendaki kehidupan dunia dan perhiasannya, niscaya kami berikan kepada mereka balasan pekerjaan mereka di duniadengan sempurna dan mereka di dunia ini tidak akan dirugikan. Itulah orang-orang yang meperoleh di akherat, kecuali neraka dan lenyaplah di akherat itu apa yang telah mereka usahakan di dunia dan sia-sialah yang sedang mereka kerjakan” (Hud 15-16).

Bahaya Cinta Dunia :

  1. Sumber segala kesalahan : Imam Ahmad menceritakan dari Imam Sofyan bahwa beliau berkata, “Isa bin Maryam as berkata, “Cinta dunia itu sumber segala kesalahan dan didalam harta benda  terdapat banyak penyakit, Para sahabat bertanya, “Apa penyakitnya?” Beliau menjawab, “Orang yang cinta dunia tidak dapat meninggalkan sifat bangga dan angkuh.” “Kalau dia bisa menghindari sifat tersebut?” tanya mereka. “dia akan sibuk mengurus dan meningkatkannya hingga lalai dari dzikir kepada Allah Azza wa Jalla”, jawab beliau.

  2. Lalai dari cinta dan dzikrullah adalah bahaya terendah dari cinta dunia : Karena barangsiapa  dilalaikan oleh harta bendanya, dia akan merugi. Terlebih bila lalai dari dzikrullah, ia akan hanya seperti mayat. Bila hati sepi dari dzikir ia akan dihuni dan disetir syetan sesuai kehendaknya. Dalam sebuah riwayat menyebutkan bahwa iblis berkata, “Jika seorang manusia telah dikuasai (hatinya) dan menjadi lemah, maka kami akan membolak balikkan hati nya bagaikan seornag anak kecil mempermainkan bola”.

  3. Menjadi Penghuni Neraka : Cinta dunia menjadikan neraka dipenuhi orang, sedangkan sikap zuhud dunia membuat ramainya syurga.

  4. Mabuk karena cinta dunia lebih berbahaya dari pada minuman keras : Karena orang yang mabuk karena cinta dunia tidak akan sadar kecuali setelah berada di dalama kubur. Yahya bin Mu’adz berkata, “Dunia itu araknya syetan. Barang siapa mabuk karenanya ia tidak akan segera sadar, kecuali setelah berada di tengah kumpulan orang mati dalam keadaan menyesal di antara orang-orang yg merugi”

Tinggalkan Balasan