Doa Hari ke 16
Ya Allah, bimbinglah aku untuk
mengikuti orang-orang yang baik, jauhkan
aku dari meniru orang-orang yang jahat,
lindungilah aku dengan rahmat-Mu menuju
akhirat, demi ketuhanan-Mu,
wahai Tuhan alam semesta.
====================================
Menyibukan Diri dengan Melakukan Suatu Pekerjaan atau Mengkaji Suatu Ilmu yang BermanfaatDi antara sarana untuk menangkis kegelisahan yang ditimbulkan oleh ketegangan saraf dan kekalutan hati karena beberapa hal yang mengeruhkan pikiran adalah menyibukan diri dengan melakukan suatu pekerjaan atau mengkaji suatu ilmu yang bermanfaat.
Hal ini dapat membuat hati melupakan kekalutannya dengan hal-hal yang mengguncangkannya itu. Bisa jadi dapat melupakan beberapa penyebab yang telah membuatnya gundah dan sedih. Dengan demikian jiwanya senang dan kesemangatannya tumbuh dan bertambah.
Menyibukan diri bagi mu’min dan selain mu’min adalah sama. Hanya saja, orang mu’min berbeda dan lebih unggul karena dibarengi dengan iman, keiklasan dan keberharapan kepada pahala Ilahi melalui ilmu yang dipelajari, dan melalui perbuatan baik yang dikerjakan. Jika pekerjaan itu berupa ibadah, maka ia melakukannya dengan bersungguh-sungguh sesuai tuntunan Islam. Jika pekerjaan itu sebuah pekerjaan atau aktivitas keseharian yang bersifat urusan duniawi, maka seorang mukmin akan memulainya dengan niat yang benar dengan tujuan agar pekerjaan itu menjadi penolong baginya agar tetap taat kepada Allah.
Menyibukan diri pada setiap detik dan menit hidup kita dengan sesuatu yang bermanfaat bagi diri sendiri dan orang lain adalah hal yang sangat efektif untuk dapat melupakan kegundahan, kesedihan dan kesusahan. Apabila dikeseharian otak kita masih terus berfikir tentang kegundahan itu, akan membuat kita tidak bersemangat dalam menghadapi hidup, kita mudah sekali terkena penyakit, dan yang paling ditakutkan lambat laun akan terserang penyakit jiwa. Berapa banyak orang yang mengalami goncangan jiwa karena tidak sanggup memikul beban kegundahannya.
Salah satu terapi yang manjur adalah melupakan penyebab yang membuat jiwanya kalut dan guncang, dan menyibukan diri dengan suatu pekerjaan dari berbagai tugas. Pusatkan pikiran dan perhatian kepada pekerjaan hari ini yang sedang dihadapi, dan menghentikan pikiran-pikiran yang belum terjadi atau berandai-andai, yang tidka kalah pentingnya jangan menoleh kebelakang artinya yang sudah terjadi biarkan dan jangan terlalu lama meratapi atau menyesali.
Allah akan memberikan ujian kepada hamba-hambaNya berupa kesedihan maupun kebahagian, dan setiap permasalahan yang Allah berikan kepada manusia pasti ada pemecahannya. Allah berfirman dalam surat Alam Nasyrah ayat 5-8 : “Karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan. Sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan. Maka Apabila kamu telah selesai (dari suatu urusan), kerjakanlah dengan sungguh-sungguh (urusan) yang lain“.
Maka, seorang hamba harus bersungguh-sungguh untuk meraih hal-hal yang berguna dalam kehidupan religinya maupun duniawinya. Mohon segala pertolongan kepada Allah atas apa yang ingin dicapai. Allah maha dengar, Allah maha tahu setiap keinginan hambanya walaupun itu masih tersembunyi di dalam hati.
![]()
