September 27, 2007...3:16 am

Hari ke-15 : Antara Kebajikan dan Dosa

Lompat ke Komentar

Sudah setengah putaran waktu kubersujud pada MU. Apakah semua sujud ku menjadi amalan baik ku. Atau sujudku merugi untuk menutupi amal perbuatanku

Sudah setengah putaran waktu kuterasa dekat dengan MU. Apakah kedekatanku dapat mengkikis dosaku. Atau antara kebajikan dan dosaku masih tetap berjalan beriringan

Seandainya setengah putaran waktu menjadi pahalaku. Meringankan langkahku pada setengah putaran waktu yang tersisa. Hingga menjadi kesempurnaan ibadah puasa ku….

Waallahu Alam….

============== salam dari hambaMU tYo ================

15.jpg

Doa Hari ke 15
Ya Allah, berilah aku ketaatan orang-orang
yang khusyuk, lapangkanlah dadaku dengan tobatnya
orang-orang bahagia, demi perlindungan-Mu,

wahai Pelindung orang-orang yang takut.

 

===============================

 

HR. Muslim menjelaskan bahwa “Kebajikan adalah pekerti yang baik, dan perbuatan Dosa adalah apa yang bergejolak dalam haimu dan engkau tidak suka bila diketaui orang lain”.

 

Didalam kehidupan sehari-hari yang nyata “Kebajikan” merupakan hal yang sangat sulit didapatkan, tetapi dosa justru banyak kita saksikan dengan mudah dan ada dimana-mana. Jika kita perhatikan, orang untuk mengemukakan sesuatu yang benar atau berpijak pada kebenaran seakan memegang bara. Banyak pemikiran2 orang yang sudah mulai dipengaruhi oleh budaya barat, salah satunya menghalalkan segala cara untuk mencapai tujuan. Dan yang lebih dilematis orang2 yang ingin terus berjalan di jalur kebenaran adalah minoritas, sedangkan mayoritas  masyarakat  menganggap keburukan yang dilakukan  oleh sekian ribu orang dianggap menjadi kebajikan.

 

Banyak perbuatan2 di zaman jahiliyah sebelum Nabi Muhammada SAW diutus kebumi dilakukan pada jaman sekarang. Bapak memperkosa anak kandungnya, pembunuhan sadis, kehidupan free sex, dll. Seolah-olah hidup di dunia ini tidak ada aturan dan tuntunan. Ini berarti orang modern tapi perilaku jahiliyah. Bila kebajikan dalam Islam adalah sebuah amal yang bisa menetramkan jiwa, tapi orang modern justru banyak yang tidak tentram dengan “kebaikan”. Pada kebanyakan orang di jaman modern ini lebih suka mengikuti arus mengalir yang sudah dipengaruhi budaya barat, sehingga tidak mempunyai prinsif hidup yang jelas.

 

Sesungguhnya peluang kebajikan dalam Islam sangat banyak dan luas, dalam beberapa hadist mengatakan “Kebajikan itu suatu perkara yang ringan, yaitu bermuka manis dan bertutur kata yang lembut“. Banyak pintu-pintu kebaikan yang bernilai ibadah, dan setiap kebaikan adalah shadaqah.

 

Adapun “Dosa” adalah sesutau yang senantiasa bergejolak dalam jiwa, tidak tenang, jengah, gelisah, gundah gulana, ragu dan takut bila diketahui oleh orang lain. Namun, banyak perkara yang awalnya seorang merasa ragu untuk melakukannya, karena terbiasa dan lihai akhirnya lancar, dan menjadi biasa-biasa saja. Meskpun nuraninya menjerit dan rasa bersalah tak lagi muncul. Inilah pertanda tertutupnya hati dan hilang rasa malu.

 

“Mintalah fatwa pada hatimu. Kebajikan adalah sesuatu yang membuat jiwa tenang dan hatimu tentram, sedangkan dosa adalah yang bergejolak dalam jiwa, membuat gundah serta ragu-ragu dalam dada, walaupun orang-orang berbicara dan memberi fatwa kepadamu” (HR. Ahmad)

 

 

1 Komentar


Tinggalkan Balasan