September 18, 2008

Air Mata Cinta Pembersih Dosa-2

Kamis, 18 September 2008

Sungguh malam tidak pernah berubah

Engkau tetap tidak peduli dengan keburukan

Engkau Tidur nikmat dalam kesenangan dan puas dengan nafsu yang terlampiaskan

Tidakkah engkau lihat dosa di pundakmu besar dan berberet laksana pegunungan?

Layakkah engkau bekerja seperti sekarang tanpa peduli keharaman dan kehalallan?

Jika engkau tidak tertarik kepada dunia, engkau telah menahan nafsu kesesatan

Ayahku, Khalil, melewati malam dengan ibdaha menjadikan al-sab al-thiwal sebagai bacaan

Dengan hati yang senantiasa gemetar dan mata selalu dalam tangisan

Kulihat hari demi hari memindahkan kita sedikit demi sedikit menuju kuburan

Selama masih hidup cukuplah sedikit gandum disertai segelas air tawar sebagai minuman

Apabila akhir perjalanan petaka, buat apa mencari kesenangan dan kenikmatan?

Bukankah ada pelajaran dari mereka  yang telah tiada entah ibu, bapak, paman, entah keponakan

Tampak istri berada dibelakangku sementara kerandaku dipikul oleh handai tolan

Mereka menyegerakan perjalanan tanpa kusadari menuju negeri kemenangan ataukah kemalangann

Kita semua sudah pasti mati

Yang hidup kekal hanyalah Allah sang Rahmat

==========================================

Al-Munaafiquun 11 : Dan Allah sekali-kali tidak akan menangguhkan (kematian) seseorang apabila telah datang waktu kematiannya. Dan Allah Maha Mengenal apa yang kamu kerjakan.

September 17, 2008

MunaFik…

Namun Rasulullah pernah memberikan beberapa ciri dari orang munafik ini. Sabda Rasulullah yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah berbunyi : “Tanda munafik itu ada tiga, jika ia berbicara ia berdusta, jika ia berjanji ia mungkar dan jika dipercaya ia berkhianat.”

Dalam riwayat Abdullah Umar hadist ini ditambahkan : ” Jika berselisih ia melakukan dosa ( maksudnya melampuai batas )” ( HR Bukhari Muslim )

Sementara dalam hadist lain Rasullah menyebut ciri lain dari orang munafik ini : “Shalat yang paling berat bagi orang munafik adalah shalat Isya dan Shubuh”. ( HR Bukhari )

Orang munafik adalah orang yang selalu berbicara dusta, dan mereka sering melakukan atau mengatakan sesuatu yang tidak sebenarnya. Dan mereka juga bisa memamerkan keislamannya dan menyembunyikan kekufurannya dalam waktu yang bersamaan.

Betapa hebatnya mereka, bisa melakukan keduanya sekaligus, oleh karena itu orang munafik ini di posisikan sebagai kelompok yang lebih berbahaya daripada orang kafir sekalipun. Bisa kita bayangkan, keberpihakan dan hati orang kafir sudah jelas berada dalam barisan yang berbeda dengan kaum muslimin. Sementara, orang – orang munafik faktanya adalah orang yang mengaku sebagai umat islam atau berada di kalangan kaum muslimin sendiri, namun hatinya tidak sesuai dengan perbuatan dimana mereka berada.

Begitulah kualifikasi orang – orang munafik. Jika dimisalkan, mereka adalah musang berbulu ayam yang setiap saat selalu mencari kesempatan tepat untuk menyerang ayam – ayam dikandang mereka sendiri. Atau bisa diistilahkan musuh dalam selimut.

Orang-orang munafik inipun apabila berjanji akan munkar, pura-pura lupa akan sesuatu yang sudah mereka janjikan. Bahkan lebih parahnya lagi mereka tidak mengakui pernah berjanji terhadap sesuatu terutama untuk kebaikan.

September 16, 2008

Rasa Malu

Seorang Muslim harus memiliki sifat malu, tanpa kehilangan keberanian dalam kebenaran. Diantara bentuk sifat malu itu adalah tidak mencampuri urusan orang lain, menundukkan pandangan, rendah hati, tidak meninggikan suara, qona’ah (merasa cukup denagn yang ada) dan lain sebagainya.

Rasulullah saw pernah bersabda : “Iman itu mempunyai tujuh puluh cabang lebih atau enam puluh cabang lebih. Cabang yang paling utama adalah kalimat Laa Ilaaha Illallah. Cabang yang paling rendah adalah menyingkirkan gangguan dari jalan, dan rasa malu merupakan cabang dari iman.”

Tentang malu, para ulama mengatakan : “Malu adalah suatu sikap akhlak yang mendorong untuk meninggalkan perbuatan buruk dan menghalangi diri dari sikap lalai terhadap pemenuhan hak.”

Lunturnya sifat malu dalam masyarakat merupakan salah satu parameter degradasi iman. Sebab, rasa malu akan segera menyingkir dengan sendirinya tatkala iman sudah terkikis. Sebagaimana sabda Rasululloh Shallallaahu alaihi wa Sallam, yang artinya: “Malu dan iman saling berpasangan. Bila salah satunya hilang, maka yang lain turut hilang.” (HR: Hakim dalam kitab Al-Mustadrak, ia berkata hadits ini shahih dengan syarat Bukhari Muslim dan Dzahabi menyepakatinya)

September 11, 2008

Membentengi diri dari godaan Syetan

Sesungguhnya manusia, manakala hatinya mati atau membatu, manakala akalnya padam atau menyimpang, manakala kalah dalam pertarungan dengan syetan, manakala langkah yang ditempuh keluar dari rel agama yg diajarkan. Sesungguh pada saat itu semakin banyak pintu-pintu masuk kejahatan dalam dirinya. Apalgi syetan itu mengalir dala diri manusia selairan dengan darah. Seorang manusia, yang perlawanan dan imunitas kejiwaanya lemah akan dikuasai oleh syetan.

Al-A’raf : 16-17 :  “Iblis menjawab: “Karena ENgkau telah menghukum saya tersesat, saya benar-benar akan menghalang-halangi mereka dari jalan Engkau yang lurus. Kemudian saya akan mendatangi mereka dari muka dan dari belakang mereka, dari kanan dan kiri mereka.

Memaknai arti Surat Al-A’raf : 16-17, betapa Syetan menggangu kita dari berbagai arah, berbagai celah, dan berbagai kesempatan. Saat kita melakukan kebaikanpun Syetan terus menggoda kita dengan menimbulkan rasa bangga & riya atas kebaikan yang telah kita lakukan. Saat kita sholatpun pikiran kita masih saja diganggu untuk beralih memikirkan dunia.  Auzubillah hi minasy syaitoonirrajim…..

Menurut beberapa ulama, Syetan masuk melalui sepuluh pintu, oleh karena itu kiat-kiat untuk membentengi diri dari godaan Syetan kita harus berjaga-jaga bahkan menutup kesepuluh pintu tersebut.

Pertama, serakah dan buruk sangka. Maka lawanlah dengan sifat Qona’ah (merasa cukup dengan yang ada) dan sikap percaya (yakin).

Kedua, cinta kehidupan dan panjang cita-cita. Maka lawanlah dengan rasa takut maut menjemput secara tiba-tiba.

Ketiga, ingin hidup santai dan serba nikmat. Maka lawanlah dengan hilangnya kenikmatan dan perhitungan yang pahit.

Keempat, ujub (bangga diri). Maka lawanlah dengan kesadaran bahwa semua yang ada adalah anugerah dari Allah dan dengan rasa takut akan akibat yang akan terjadi.

Kelima, meremehkan dan kurang menghormati orang lain. Maka lawanlah dengan mengetahui hak dan kehormatan mereka.

Keenam, dengki. Maka lawanlah dengan Qona’ah dan puas dengan apa yang Allah berikan kepada mahluk-Nya.

Ketujuh, riya dan senang dipuji orang. Maka lawanlah dengan iklas.

Kedelapan, kikir. Maka lawanlah dengan kesadaran akan binasanya apa-apa yang ada di tangan makhluk dan kekalnya apa-apa yang ada di sisi Allah swt.

Kesembilan, sombong. Maka lawanlah dengan sifat tawadhu (rendah hati).

Kesepuluh, tamak. Maka lawanlah dengan Tsiqoh (yakin) terhadap apa yang ada pada sisi Allah dan zuhud (meninggalkan) apa yang ada pada manusia.

Dan diantara tuntunan yang sangat ditekankan oleh Islam sebagai upaya penjagaan diri dari panah dan tipu daya Syetan adalah : menyebut nama Allah sebelum memulai suatu Pekerjaan, Membaca Dzikrullah, dan Istighfar.

September 10, 2008

Airmata Cinta Pembersih Dosa-1

Kaum yang bertaqwa telah sampai, sementara kami belum…

Kami bingung, tidak paham, dan tidak tahu

Wahai Kekasih kami, anugerahkanlah wanginya hubungan

Kami tidak akan menegrti tanpa kedermawanan-Mu

Jika Engkau memberi, kami berharap ampunan-Mu

Dan kami bersimpuh di pintu agung-Mu

Kami merendah di hadapan-Mu, smoga Engkau dengan kelembutan-Mu, mau memberi kami rida-Mu

Demi kebenaran-Mu, kami menghampiri perlindungan-Mu

Kami pernah terusir ketika kami menuju kepada-Mu

Kami terhalang oleh tebalnya maksiat

Kami terhijab oleh dosa kami kepada-Mu

Jarak yang jauh ini bukan berasal dari-Mu melainkan akibat dosa yang kami perbuat selalu

Engkau telah membuka pintu kemurahan-Mu sebagai karunia untuk kami setelah dosa kami di kepada-Mu

Kami memang tidak pantas berada di dekat-Mu namun kami bertobat dan ingin kembali ke pangkuan-Mu

Kami menjalin hubungan adil dengan-Mu untuk beberapa waktu dan berjanji setia namun kemudian kami menghianati-MuEngkau tidak mengingkari janji kepada kami

Kamilah yang mengingkari janji kepada-Mu

Kami jauh dari Rida-Mu karena dosa

Seandainya pantas, tentu kami didekap-Mu

Kami mengakui kesalahan kami kepada-Mu

Anugerahilah rida-Mu dan kami telah mengaku

Tidak ada yang diharapkan oleh hamba kecuali Tuhannya

Engkau mengasihi kami betapun kami dahulu

Tidak ada selain-Mu yang bisa menggantikan

Bukankah kebenaran takkan berarti tanpa-Mu?

Betapa indah dan nikmatnya berhubungan dengan-Mu

Betapa tinggi dan mulianya kedudukan-Mu

Kemualian kami ada pada merendahnya kami kepada-Mu

Kehormatan kami terwujud saat kami tunduk kepada-Mu

 

Source : Ibn al-Jawzi

September 9, 2008

Menyibukkan Diri dengan Seuatu yang Bermanfaat

Selasa 9 September 2008

Perkara yang mendatangkan manfaat bagi manusia adalah perkara-perkara yang berkaitan dengan kebutuhan manusia yang paling mendasar, meliputi : Sandang, pangan dan papan. Juga perkara-perkara yang berhubungan dengan keselamatan manusia, baik di dunia maupun di akhirat. DI luar masalah-masalah ini, maka tergolong perkara yang tidak mendatangkan manfaat.

Jadi, bisa disimpulkan bahwa perkara yang tidak bermanfaat adalah berbagai keinginan yang melebihi kebutuhan mendasar, dan tidak memberikan manfaat baginya, baik yang berhubungan dengan dunia maupun agama, ucapan maupun perbuatan. Seperti menumpuk harta dan kenikmatan, gila kedudukan dan kehormatan. Karenanya, tanda kebenaran iman seseorang muslim adalah tidak melakukan perkara-perkara tersebut.

Termasuk perkara yang tidak bermanfaat adalah sesuatu yang pada dasarnya dibolehkan, namun tidak membawa manfaat berarti bagi manusia, baik di dunia maupun di akhirat. Perbuatan maksiat dan berbagai masalah lainnnya yang mengurangi kewibawaan dan tidak membawa manfaat. Maka setiap muslim lebih baik meninggalkannya, karena perkara-perkara tersebut dapat menyia-nyiakan waktu dan hal ini kelak akan dimintai pertanggung jawaban.

Banyak bicara, terutama perkataan yang tidak mendatangkan manfaat. Bahkan banyak bicara, cenderung membawa kepada perkataan yang haram. Karena itu, seorang muslim seharusnya tidak banyak mengumbar perkataan atau bahkan dengan mudah menerima dan menuturkan sesuatu yang bersifat kabar burung.

Imam Malik menyebutkan bahwa Luqman pernah ditanya, “Apa yang menjadikan anda mencapai derajat seperti ini?” Ia menjawab, “Kejujuran, menepati janji, dan meninggalkan apa yang tidak bermanfaat”.

Hasan Al-Bashri berkata, “Tanda, bahwa Allah berpaling dari hamba-Nya, adalah jika seorang hamba menyibukan dirinya dengan perkara-perkara yang tidak mendatangkan manfaat”.

Dari Abu Hurairah ra. bahwa Rasulullah SAW pernah bersabda, “Di antara (tanda) baiknya keislaman seseorang adalah ia meninggalkan perkara yang tak berguna baginya”. (Hadis hasan diriwayatkan oleh At-Tirmidzi dan lainnya).

Source : AL-WAFI

September 8, 2008

misteri usia 40th…

Senin , 8 September 2008

Sedangkan apabila seseorang telah mencapai masa dewasa. ALLOH SWT memberikan karunia hikmah dan kebijaksanaan sehingga kelihatan padanya berbagai ketaatan dan menunjukan hatinya kepada ALLAH SWT.

=================================================

 

Surat : Al Ahqaaf Ayat 46 :

 

Kami perintahkan kepada manusia supaya berbuat baik kepada dua orang ibu bapaknya, ibunya mengandungnya dengan susah payah, dan melahirkannya dengan susah payah (pula). Mengandungnya sampai menyapihnya adalah tiga puluh bulan, sehingga apabila dia telah dewasa dan umurnya sampai empat puluh tahun ia berdoa: “Ya Tuhanku, tunjukilah aku untuk mensyukuri nikmat Engkau yang telah Engkau berikan kepadaku dan kepada ibu bapakku dan supaya aku dapat berbuat amal yang saleh yang Engkau ridhai; berilah kebaikan kepadaku dengan (memberi kebaikan) kepada anak cucuku. Sesungguhnya aku bertaubat kepada Engkau dan sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang berserah diri.”

 

=====================================================

Abd Allah ibn Mas’ud r.a. meriwayatkan bahwa Rasullulah saw bersabda :

 

Linangan air mata seorang mukmim karena takut kepada ALLAH lebih baik daripada dunia seisinya dan lebih utama daripada ibadah setahun. Bertafakur tentang kebesaran dan kekuasaan ALLAH sesaat lebih baik daripada puasa enam puluh hari dan salat enam puluh malam. Bukankah ALLAH memiliki para malaikat yang menyeru setiap siang dan malam, “Wahai yang berumur empat puluh tahun, tanaman sudah hampir dipanen. Wahai yang berumur lima puluh tahun, marilah menuju hisab. Wahai yang berumur tujuh puluh tahun, apakah yang sedang kau tunggu? Oh, andai saja makhluk tidak tercipta. Andai saja mereka tahu untuk apa diciptakan dan mereka beramal untuk itu. Bukankah saatnya telah tiba? Berhati-hatilah dan Waspadalah…!”

================================================

September 5, 2008

Andai Ramadhan terakhir….

Jumat, 5 September 2008

 

Andai kau tahu tahun ini Ramadhan terakhirmu…

tentu engkau akan sibuk bersiap diri, engkau sibuk berzikir, tentu engkau tak akan jemu melagukan syair rindu mendayu.. merayu.. kepadaNYA ALLOH yang satu…

 

Andai kau tahu tahun ini Ramadhan terakhirmu…

tentu shalatmu akan kau biasakan dikerjakan di awal waktu

shalat yang dikerjakan…. sungguh khusyuk lagi tawadhu’, tubuh dan qalbu menyatu memperhambakan diri menghadap Rabbul Izzati…menangisi kecurangan janji innasolati wanusuki wamahyaya wamamati lillahirabbil ‘alamin (sesungguhnya shalatku, ibadahku, hidupku, dan matiku kuserahkan hanya kepada Allah Tuhan sekalian alam)

 

Andai kau tahu tahun ini Ramadhan terakhirmu…

tidak akan kau sia siakan walau sesaat yang berlalu setiap masa..

tak akan dibiarkan begitu saja di setiap kesempatan juga masa yang terluang alunan Al-Quran bakal kau dendang.. bakal kau syairkan.. bakal kau lafadzkan

 

Andai kau tahu tahun ini Ramadhan terakhirmu…

tentu malammu engkau sibukkan dengan .. berqiyamullail.. sebagai upaya persiapan mendapatkan tarawih yang berkualitas kelak. Dengan mengadu.. merintih.meminta belas kasih Sesungguhnya aku tidak layak untuk ke syurga-MU tapi aku juga tidak sanggup untuk ke neraka-MU….

 

Andai kau tahu tahun ini Ramadhan terakhirmu…

tentu dirimu tak akan melupakan mereka yang tersayang ibumu…bapakmu…kakak adikmu…sahabat-sahabat yang kau kasihi sampaikanlah salam terindah dan senyuman termanis yang kau persembahkan bagi mereka…

 

Andai kau tahu tahun ini Ramadhan terakhirmu…

tentu engkau bakal menyediakan batin dan zahir mempersiap diri rohani dan jasmani menanti-nanti jemputan Izrail di kiri dan kanan lorong-lorong redha Ar-Rahman Duhai Ilahi….

 

Andai kau tahu tahun ini Ramadhan terakhirmu…

jadikanlah ia Ramadhan paling berarti.. paling berseri menerangi kegelapan hati kami menyeru ke jalan menuju ridha serta kasih sayangMu YaIlahi semoga menjadi bekal mewarnai kehidupan kami di sana nanti..

 

Namun…..

tak akan ada manusia yang akan mengetahui apakah Ramadhan ini merupakan yang terakhir kali bagi diri kita, atau bahkan umur kita tidak sempat sama sekali menyentuhnya…? sungguh beruntung bagi yang mendapatkan hari-harinya dengan kemuliaan Ramadhan

 

yang dapat kita lakukan sebagai seorang hamba hanyalah berusaha, bersiap bersedia meminta belasNYA agar Allah memberi umur bagi kta untuk mengecap manisnya Ramadhan, dan andai benar Ramadhan tahun ini terakhir buat kita

 

Ya Allah, berkahi kami di bulan Rajab dan Syaban, dan sampaikan kami ke bulan Ramadhan. Bantulah kami untuk melaksanakan puasa, melakukan shalat malam, menjaga lisan dan memelihara pandangan; dan jangan jadikan puasa kami hanya sekedar lapar dan dahaga.

(Kitab Mafatihul Jinan )

====================================================================

Source : Maryam

 

Sepintar apapun mereka, Secantik apapun mereka, sesholehah apapun mereka..Mereka hanya titipan ILAHI yang harus dijaga karena hanya DOA mereka yang dapat membantu di akherat kelak…….

 I love U All…..

========================================================================================================

September 4, 2008

Cobaan

Kamis 4 February, 2008

Hidup adalah masalah pilihan

Kebahagiaan semu bisa kaudapatkan, yang sejati tak jauh dari jangkauan

Cinta kasih bisa kau miliki, namun dendam dan amarah juga bisa kau alami

Persahabatan nan indah bukan impian,

Pengkhianatan dan kepahitan mungkin kau dapati

Kenikmatan sesaat bisa diraih, kenikmatan abadi mudah didapat

Harapan dan angan kadang terealisasai, kadang jauh dari harapan…

===========================================================================================

Setiap yang berjiwa dan bernyawa (manusia) akan mengalami suatu ujian berupa COBAAN  keburukan dan cobaan kebaikan. Kepahitan bukan hanya dari cobaan keburukan saja, tapi cobaan kebaikan pun bisa menjadi suatu kepahitan apabila kita tidak mencermati dan mengambil hikmah dari kebaikan yang diberikan kepada ALLOH. Di beberapa hadits dan cerita jaman Rasullullah mengatakan bahwa Orang miskin yg beriman akan lebih dahulu masuk surga dibanding Orang kaya yang beriman. Memang pada kebanyakan orang, apabila cobaan keburukan terjadi, secara naluri tingkat kepasrahan dan tingkat kedekatan dengan ROBBnya sangat tinggi, dan dibalik cobaan keburukan itu sepatutnya kita bersyukur karena komunikasi dan harapan kepada Maha Pencipta mengalir dari hati yang paling dalam. Coba kita amati pada kebanyakan orang yang mendapatkan cobaan kebaikan, respon yang muncul adalah sifat Ego, merasa kebaikan yg didapat adalah karena usaha kerasnya, padahal dibalik itu semua tanpa campur tangan dari ALLOH tidak mungkin takdir itu terjadi. COBAAN itu perlu untuk menguji keimanan seseorang, banyak para ulama berpendapat UKURAN BAGI SEMPURNA ATAU TIDAKNYA IMAN SESEORANG ADALAH BAGAIMANA ORANG TERSEBUT DAPAT MENGHADAPI BERBAGAI COBAAN DENGAN PENUH TAWAKAL

Sungguh Indah orang Beriman “Apabila diberi cobaan kebaikan bersyukur, dan apabila diberi cobaan kepahitan bersabar”

 

September 3, 2008

Matahari dan Bulan Untuk Perhitungan

Rabu 3 Ramadhan 1429 H

Ketika Matahari Terbit hingga Matahari Mulai Keperaduan, dan Bulanpun menemani awan yang mulai redup. Apakah semua yang kita lakukan pada hari ini lebih baik atau makin buruk dari hari kemarin ???.  Sinar Matahari & Bulan menjadi saksi apa yang kita lakukan pada hari-hari yang kita lalui dari detik ke detik bersamaan bergantinya Sinar Matahari dan Bulan menyinari bumi.

 Setiap perbuatan manusia, yang baik maupun yang buruk, semua diperhitungkan, tanpa ada yang kelewat. Sekecil apa pun perbuatan manusia, bahkan yang masih disembunyikan dalam hati, diketahui oleh Allah dan diperhitungkan-Nya.

Kelak di hari kiamat, manusia akan melihat semua data, rekaman, dan dokumentasi perbuatan baik dan buruk diperhitungankan kedalam score, yang menentukan kita berada di Pintu Neraka atau Pintu Syurga…..

=====================================================

Dia menyingsingkan pagi dan menjadikan malam untuk beristirahat, dan (menjadikan) matahari dan bulan untuk perhitungan. Itulah ketentuan Allah yang Maha Perkasa lagi Maha Mengetahui.

(Al Naaam : 96)

=====================================================

CURAHAN QOLBU ada di www.ramadhan.wordpress.com