Feeds:
Pos
Komentar

SC20140725-122745Beberapa WA dan BB datang ditengah malam, saat itu mata setengah terbuka membaca salah stunya “Indahnya Malam ini, setelah 53 tahun, 27 Ramadhan jatuh tepat malam ini. Potensi karunia Lailatul Qadr. Sambutlah dengan Ketaatan…” kubaca ulang lagi, sepertinya hatiku mengatakan ada sesuatu yang istimewa dalam WA ini. Aku baru tersadar bahwa sipengirim mengajak kebaikan yang ganjarannya 1000 bulan beribadah. Aku tidak pernah bertemu dengan teman satu ini, walau sudah berkomunikasi melalui WA-SMS-BB beberapa tahun yang lalu. Aku tidak tahu secara detail kepribadiannya, tetapi setiap tausiah dan ucapan menjadi sebuah motivasi dan Inpirasi bahwa untuk mengajak kebaikan tidak harus dengan fisik dan materi, dengan kata-kata sederhana pun dapat menggetarkan hati.

——————————————————————————————

Dalam agama dianjurkan kita berteman kepada siapapun, karena didalam diri manusia banyak hikmah kehidupan yang bisa diambil. Sementara untuk menjadi teman yang dapat dipercaya memang harus memilih dengan cermat. Berteman itu seperti menikah menyatukan hati, visi dan misi dimana dapat mempengaruhi cara berfikir untuk menjadi lebih baik. Karena setiap katanya adalah nasehat, diamnya adalah mengingatkan kepada Allah, dan perbuatanya membuat kita iri.

Dalam setiap diri teman ada yang baik dan buruk pribadinya, biasanya kita akan klik mengalir dengan berjalannya waktu bahwa teman itu bisa satu langkah atau berlawanan. Tentunya seseorang bisa berteman sangat lama karena menyukai dan mencintai hal yang sama. Dan masing-masing akan menjaga komunikasi agar dapat berdialog secara rutin. Tetapi ada beberapa yang dapat bertahan pertemanannya tanpa perlu bertemu secara fisik, mereka berkomunkasi dengan email, sms, atau fasilitas hightech lainnya.

Permisalan teman yang baik dan teman yang buruk ibarat penjual minyak wangi dan pandai besi. Si penjual minyak wangi mungkin akan memberimu minyak wangi, atau engkau bisa membeli minyak wangi darinya, dan kalaupun tidak, engkau tetap mendapatkan aroma harum semerbak darinya. Sedangkan pandai besi, bisa jadi (percikan apinya) mengenai pakaianmu, dan kalaupun tidak engkau tetap mendapatkan bau asapnya yang tak sedap.” (HR. Al-Bukhari)

Tetapi hal yang lebih penting dan utama teman yang baik adalah teman yang dapat menjadi inspirasi iman lebih baik, dan termotivasi untuk meninggalkan hal-hal yang buruk. Menyemangati ketika kita terpuruk, menghapus kesedihan dan air mata, dan banyak sekali perkataan & Perbutannya yang membuat hati bergetar makin baik dari hari kehari. Tidak harus dengan tangannya dia membantu kita, tidak harus dengan perbuatnnya, atau hartanya memberikan bantuan, tetapi cukup dengan kata-kata yang bisa membangkitkan menjadi Cinta kepada Allah.

Beberapa pendapat alim ulama pun menjelaskan, jika ingin melihat kepribadian seseorang lihatlah siapa yang mejadi teman-teman disekitarnya. Dalam Hadist disebutkan bahwa “Seseorang tergantung agama teman akrabnya. Maka hendaknya salah seorang dari kalian memerhatikan siapa yang dijadikan sebagai teman akrab.” (HR. Abu Dawud)”.

Teman-teman yang menjadi inspirasi sudah mewarnai kehidupanku yang berwarna, pemilihan corak dan cara mewarnai kita memang berbeda, tetapi ada satu hal yang kudapatkan darimu bahwa aku makin tahu bagaimana mencintai ALLAH…..

Pesan Orang Bijak :
Kita tidak sempurna, makanya kita mencari sahabat untuk saling menyempurnakan. Tapi persahabatan ini juga belum sempurna, makanya kita menjalin hubungan baik dengan setiap manusia, agar hidup kita sempurna.

kEbAhAgiAN

SC20140723-122029Berjalannya waktu dengan tempaan kehidupan yang harus dilalui, mau tidak mau kesedihan dan kebahagian datang silih berganti. Sebenarnya ada tiga golongan tempaan kehidupan, sebagian mendapat kehidupan selalu baik & bahagia, sebagian lain harus menghadapi kesedihan dan kekecewaan, dan sisanya cobaan berganti antara sedih dan bahagia seperti roda berputar. Tentunya setiap orang ingin selalu mencapai kebahagian karena tercapainya keinginan dan kesuksesan.

Bahagia berhubungan dengan hati/emosi yang merasa senang, aman, nyaman, damai, tentram, dan masih ada beberapa kata sejenis dimana bersifat perasaan yang positif. Mudah sekali mengenali orang yang sedang bahagia, wajahnya terlihat sumringah dan ceria, dan menjadi lebih baik hati. Ada juga ekpresi kebahagian dengan menangis/menitikkan air mata karena terharu.

Setiap orang berbeda dalam kapasitasnya memaknai sebuah kebagian, ada yang berpendapat bahagia adalah “memiliki materi banyak”, “memiliki pasangan yang sempurna fisik dan hatinya”. Tetapi ada beberapa orang yang memaknai kebahagian itu sederhana misalnya “mereka yang kaya raya, berkuasa, menawan, dan populer, belum tentu lebih bahagia daripada yang miskin, lemah, jelek dan tidak ada yang mengenal”. Artinya dengan kondisi kekurangan mereka bisa bahagia. Tetapi Kebanyakan orang mengkaitkan kebahagian itu dengan pemenuhan materi. Jadi kebahagian itu bersifat subyektif dimana setiap kepribadian memaknai dalam merasakan hal-hal baik tentang dirinya sendiri dan lingkungan berbeda. Maka sederhanakanlah makna Bahagia agar kita mudah mencapainya dan tidak akan kecewa.

Dalam Islam kebahagian itu sesungguhnya adalah pencapain keimanan untuk selamat di dunia dan akherat. Sementara materi atau harta hanya sebuah sarana atau fasilitas bonus dari Allah, dan bukan menjadi syarat mutlak mencapai kebahagian. Allah memberikan cara untuk menjadi orang yang berbahagia dalam firman-Nya,

QS. Thoha: 123-124
“Barang siapa yang mengikut petunjuk-Ku, ia tidak akan sesat dan tidak akan celaka. Dan barangsiapa berpaling dari peringatan-Ku, maka sesungguhnya baginya penghidupan yang sempit, dan kami akan menghimpunkannya pada hari kiamat dalam keadaan buta.”

QS. An-Nahl: 97
“Barang siapa yang mengerjakan amal saleh, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, maka sesungguhnya akan kami berikan kepadanya kehidupan yang baik dan sesungguhnya akan kami beri balasan kepada mereka dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan.

Sementara lawan dari kata Bahagia adalah Celaka. Dan Alloh sudah memberikan gambaran tempat untuk orang-orang yang celaka dan bahagia.

QS Hud 106-108 :
“Adapun orang-orang yang celaka, Maka (tempatnya) di dalam neraka, di dalamnya mereka mengeluarkan dan menarik nafas (dengan merintih), Mereka kekal di dalamnya selama ada langit dan bumi, kecuali jika Tuhanmu menghendaki (yang lain). Sesungguhnya Tuhanmu Maha Pelaksana terhadap apa yang dia kehendaki. Adapun orang-orang yang berbahagia, maka tempatnya di dalam surga, mereka kekal di dalamnya selama ada langit dan bumi, kecuali jika Tuhanmu menghendaki (yang lain); sebagai karunia yang tiada putus-putusnya.”

Imam Ibnu Al Qoyyim mengatakan bahwa sesungguhnya ada 3 hal yang merupakan tanda kebahagiaan seorang hamba dan tanda keberuntungannya di dunia dan di akhirat yaitu (i) adalah bersyukur ketika mendapatkan nikmat, (ii) bersabar ketika mendapatkan cobaan, (iii) dan bertaubat ketika melakukan kesalahan. Butuh perjuangan dan kerja keras iklas dalam mencapai 3 hal tersebut, tidak ada kata sulit untuk sebuah kebaikan, karena Allah sudah menjamin dimana ada kesulitan disitu ada kemudahan. Wallahu Alam….

Kata Bijak :
“The more we are grateful, the more happiness we get.”

“AIB”


Dari sudut pandang Bahasa, Kata “Aib” mengandung beberapa arti :Aib Image

  • Bahasa Indonesia : nama buruk, malu, cela kesalahan
  • Sosiologi :  malu, cela, noda, salah, keliru.
  • Bahasa Arab :  Cacat dan Kekurangan

Definisi  “Aib” adalah suatu peristiwa atau keadaan dimana seseorang dalam kondisi buruk/cela/keliru/salah baik dimata umum dan agama. Dan apabila aib tersebut diketahui oleh orang lain, maka akan membuat rasa tidak percaya diri, yang akhirnya  dapat berpengaruh negatif secara psikologis.

Terkadang dalam obrolan sehari-hari tanpa disengaja membicarakan/mendapatkan informasi keburukan seseorang, bahkan hal tersebut bisa menjadi menjadi topik pembahasan utama yang  mengasyikan, dalam pandangan Islam obrolan itu bukanlah perkara ringan. Coba bayangkan jika  kita dalam posisi  menjadi obyek obrolan orang-orang tentang kekurangan/cacat kita, pasti ada rasa malu, tidak percaya diri, mengindar dari masyarakat. Dalam Islam diajarkan bagaimana kita harus menutup aib diri sendiri maupun orang lain. Bahkan adab untuk menjaga rahasia seseorang diaturdalam Islam. Sebagai manusia yang ingin dianggap normal, tentunya tidak ingin kekurangan/keburukannya  diketahui oleh orang lain. Hanya ALLOH yang berhak mengetahui dan menilainya.

Setiap orang pasti memiliki kekurangan, cela dan dosa tertentu pada dirinya, oleh karena itu sebaiknya aib yang ada pada seseorang dapat dijadikan pelajaran, paling tidak untuk diri kita tidak melakukan hal serupa. Dan menjadi sebuah nasehat kepada orang lain tentang hakekat aib yang dapat merugikan diri sendiri maupun orang lain. Karena setiap perbuatan sebiji zarah yang dilakukan di dunia harus bisa dipertanggungjawabkan di depan ALLOH.

Berdasarkan sifatnya,  Aib dibagi dalam kategori :

  1. Khalqiyah : aib yang sifatnya qodrati, dan bukan merupakan perbuatan maksiat

Seperti cacat/penyakit yang membuatnya malu jika diketahui oleh orang lain. Kekurangan ini sifatnya penciptaan Allah yang manusia tidak kuasa menolaknya. Apabila menyebarkan aib ini berarti menghina ciptaan Alloh.

  1. Perbuatan Maksiat yang dilakukan secara sembunyi-sembunyi maupun terang-terangan

Perbuatan maksiat yang merusak hubungan secara pribadi dengan Alloh, dan merugikan manusia. Misalnya : minum khamr, jinah, mencuri, korupsi, dll,

Agar kita selamat dunia dan akherat,  sangat dianjurkan menutup aib diri sendiri & orang lain, karena Alloh saja sebagai pencipta selalu  menjaga dan menutup aib manusia rapat-rapat, tetapi justru masyarakat sekarang banyak melakukan kemaksiatan secara terang-terangan, bahkan ada sebagian merasa bangga dengan kemaksiatannya itu.  Salah satu Firman Allah dalam Surat Hujarat ayat 12 mengandung 3 hal yang tidak boleh kita lakukan yaitu berprasangka buruk, mencari-cari keburukan orang lain, dan menggunjingkan satu sama lain. Ketiga hal tersebut apabila tidak dijaga, maka akan menyeret kita dalam perbuatan dosa.

Al-Hujarat-12
Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan prasangka (kecurigaan), Karena sesungguhnya prasangka itu dosa. dan janganlah mencari-cari keburukan orang dan janganlah menggunjingkan satu sama lain. Adakah seorang diantara kamu yang suka memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya. dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Penerima Taubat lagi Maha Penyayang.

Dalam beberapa hadistpun disebutkan  kita wajib menjaga aib diri sendiri, dan Alloh maha pemaaf bagi orang-orang yang menjaga aibnya. Begitupun juga Alloh akan membalas orang-orang yang menutupi aib orang lain, dengan ganjaran aib orang tersebut terjaga di dunia dan akherat. Subhannalah betapa maha Penyayang dan Pemaaf Alloh dengan perkara Aib ini.

  • HR.Bukhari Muslim

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wassalam bersabda : “Setiap umatku dimaafkan kecuali orang yang terang-terangan (melakukan maksiat). Dan termasuk terang-terangan adalah seseorang yang melakukan perbuatan maksiat di malam hari , kemudian dipaginya ia berkata : wahai fulan, kemarin aku telah melakukan ini dan itu , padahal Allah telah menutupnya dan dipagi harinya ia membuka tutupan Allah atas dirinya” 

  • HR. Muslim

“Tidaklah seseorang menutupi aib orang lain di dunia, melainkan Allah akan menutupi aibnya di hari kiamat kelak.”

  • HR at-Tirmidzi

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda yang artinya: “Wahai orang yang beriman dengan lisannya, tetapi tidak beriman dengan hatinya. Janganlah kamu mengumpat kaum muslimin dan janganlah mengintip aib mereka, maka barang siapa yang mengintip aib saudaranya, niscaya Allah akan mengintip aibnya dan siapa yang diintip Allah akan aibnya, maka Allah akan membuka aibnya meskipun dirahasiakan di lubang kendaraannya.” 

Kata Bijak : “Apabila Anda menutup pintu terhadap segala kesalahan, maka Anda pun juga telah menutup pintu terhadap kebenaran.”
(R. Tagore)

 

 

 

Jangan Mengingkari


 

2014-07-24 09.27.03-11406169229909Salah satu sifat Manusia adalah merasa tidak puas dengan keberadaanya baik secara fisik maupun rohani. Ketika harapan sudah tercapai, sudah antri angan-angan yang lain. Pastinya tidak semua manusia dimuka bumi ini dapat meraih angan-angannya dengan sempurna. Bisa jadi apa yang baik menurut kita belum tentu baik menurut Alloh, begitupun sebaliknya. Pencapain harapan manusia tentunya memiliki keterbatasan, dan kemampuan. Hanya Alloh yang dapat memutuskan apakah angan-angan itu memang pantas atau tidak kita dapatkan.

Barangkali kita memang memiliki kekurangan dan keterbatasan. Tapi dari kekurangan itulah seharusnya kita belajar. Ya… belajar menghadapi kenyataan, bahwa inilah yang terbaik yang kita dapatkan.

Kebesaran bukan terletak dari penampilan atau pakaian, atau kemuliaan bukan terletak pada seseorang sudah pergi haji berulang kali, bahkan derajat manusia tidak bisa diukur dengan berapa rumah dan mobil yang dimiliki. Tapi Kebesaran adalah kemampuan seseorang mengapresiasikan diri ditengah keterbatasan dan kekurangannya.

Alloh SWT yang telah menciptakan kita dengan segala kekurangan yang kita rasakan, ternyata IA tetap memberi kita apresiasi. Alloh SWT berfirman dalam Al Imran-139 : Janganlah kamu bersikap lemah, dan janganlah (pula) kamu bersedih hati, padahal kamulah orang-orang yang paling tinggi (derajatnya), jika kamu orang-orang yang beriman. Yaa…jelas kata kuncinya “Beriman”, salah satu sifat orang beriman adalah selalu mensyukuri atas segala rahmat dan takdir Alloh.

Perasaan tidak mampu yang menjadikan kita tak bisa mengapresiasi diri sesungguhnya, hanya akan mengotori hati, mengeruhkan jiwa. Dan satu-satunya cara untuk mensucikan dan membersihkannya dari perasaan itu dengan memiliki keyakinan yang sempurna kepada-Nya. “Alloh SWT adalah segalanya”, “Alloh tempat bersandar dan meminta karena IA maha kaya”. Salah satu bentuk Apresiasi diri adalah tanggung jawab, maka jadilah manusia yg bertanggung jawab dalam semua permasalahan, lakukanlah dengan sungguh-sungguh sebagai sebuah amanah besar.

Marilah ber-intropeksi diri mengenai Keberdayaan diri dimulai dari bagaimana kita memandang diri sendiri. Bolehlah orang berkata apa saja tentang kita, tetapi mari kita lihat dengan jernih mana yang membawa kebaikan buat kita dan mana yang sebaliknya. Firman Allah dalam At Tiin-4 : sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya. Jelas Alloh mengatakan kita diciptakan dalam bentuk sebaik-baiknya, harus kita percayai itu, sebelum orang lain berkata apapun tentang kita.

Dan janganlah takut dengan kekurangan yang kita rasakan, karena Alloh sudah menjanjikan kepada manusia dalam firmannya Al Israa-70 : Dan sesungguhnya telah Kami muliakan anak-anak Adam, Kami angkut mereka di daratan dan di lautan, Kami beri mereka rezki dari yang baik-baik dan Kami lebihkan mereka dengan kelebihan yang sempurna atas kebanyakan makhluk yang telah Kami ciptakan. Masihkah kita manusia mengingkari bahwa kita adalah orang yang paling kekurangan didunia ini, atau kita orang yang paling tidak beruntung.

Kecewa karena gagal itu wajar, tetapi putus asa karena gagal itu yang perlu dikoreksi. Mungkin ini terkait dengan cara pandang hidup kita yang lebih mementingkan duniawi, padahal kita yakin Alloh itu sangat dekat pertolongannya. Kita memahami hidup ini sebagai proses, dan semua belum berakhir selama nafas masih ada.

Menyadur Kata Bijak :

When you put your attention on loving yourself in an authentic way, everything in your life that is important to you – your work, relationships and goals-flows from there with a sense of ease, joy and, most important, love


 

Rapuh…

Dalam perjalanan hidup ada kalanya tidak berdaya untuk menghindar walau tahu itu salah, dalam berucap keluar kata-kata yang tidak terkontrol hingga menyakiti orang lain. Bahkan sering tanpa sadar melakukan perbuatan yang sudah jelas dilarang oleh agama. Jiwa sesungguhnya tahu mana yang benar dan salah, hatipun berikar bahwa hanya ALLOH yang Maha segalanya. Berusaha untuk menjalankan walau tidak sempurna, berjanji untuk selalu mencintaNYA, tapi… kadang ada yang lebih dicintai. Walau tahu perjalanan terakhir hanya kepadaNYA, tapi… masih saja kaki melangkah melemah tidak pasti. Mungkin hanya satu jawabannya “hati manusia Rapuh”

===========================================

Rapuh by Opick

detik waktu terus berjalan

berhias gelap dan terang

suka dan duka tangis dan tawa

tergores bagai lukisan

seribu mimpi berjuta sepi

hadir bagai teman sejati

di antara lelahnya jiwa

dalam resah dan air mata

kupersembahkan kepadaMu

yang terindah dalam hidupku

meski ku rapuh dalam langkah

kadang tak setia kepada

Munamun cinta dalam jiwa

hanyalah padaMu 

maafkanlah bila hati

tak sempurna mencintaiMu

dalam dada kuharap hanya

diriMu yang bertahta

detik waktu terus berlalu

semua berakhir padaMu

===================

Song : Rapuh by Opick

Bisikan-Bisikan

Bisikan-bisikan tidak terduga datangnya :

Galau, gelisah, pikiran melayang jauh menyusuri lorong-lorong gelap yg telah usang. Hadir bayang2 semu merayap menggrogoti hati. Begitu sangat kuat bisikan-bisikan merayu hati, ingin berteriak dan berontak, tapi hanya air mata yang dapat membuat sedikit lega. Tidak mampu berbuat hanya bisa meratap lemah kenapa bisikan itu membuat hati luka dan berborok lagi. Bisikan itu datang bagaikan angin halilintar yg begitu cepat dan kuat menghantam tiang yg kokoh yg sudah dibangun dengan tertatih-tatih dan tetesan air mata. Bukankah sudah berjanji kepada diri sendiri atas nama TUHAN untuk tidak memberi kesempatan bisikan itu datang. Hati kecil berkata bisikan itu salah, ini bukan rasa yang ENGKAU ridhoi, dan ini bukan jalan yang ENGKAU beri petunjuk. Hentikan bisikan itu

============================================================

Syetan dengan berbagai cara menggoda manusia dari berbagai arah. Dan Syetan selalu mencari kelemahan-kelemahan manusia untuk digoda melalui bisikan hingga perbuatan. Diawali dengan mengingat-ingat masa lalu, lalu hati memanjakan dengan terus menerus menghadirkan bayangan-bayangan semu. Hingga akhirnya hati mentoleransi keburukan itu. Syetan tidak akan pernah berhenti untuk terus mengajak manusia berbuat maksiat. Ketika pikiran kosong dan terfokus dengan hal keburukan maka jiwapun mudah terhasut.

Bentuk kesabaran yang paling berat adalah kesabaran menahan diri dari melakukan berbagai perbuatan buruk yang telah menjadi lumrah karena adat kebiasaan. Bila adat kebiasaan digabung dengan syahwat maka dua tentara syetan akan saling mendukung menyerang hati nurani kebaikan, hingga agama tidak berdaya mengalahkannya. Jika perbuatan buruk itu mudah dan sering dilakukan, maka untuk bersabar menahan diri darinya bertambah berat.

Dari Anas, Rasulullah saw bersabda :

“Sesungguhnya Syaitan selalu meletakkan mulutnya di hati manusia. Apabila ia berdzikir kepada Allah, maka Syaitan akan mundur (tidak akan menyimpan mulutnya). Namun, apabila lupa tidak berdzikir, maka Syaitan akan menempelkan mulutnya itu pada hati manusia. Maka itulah yang disebut dengan bisikan yang tersembunyi dalam dada manusia” (HR. Abu Ya’la).

Maka Rasullullah mengajarkan umatnya untuk senantiasa mengingat ALLOH, agar pikiran dan hati tentram. Berzikir dan bersabar menahan diri itu salah satu solusinya, agar terhindar dari dorongan hawa nafsu untuk berbuat keburukan. Memperturutkan hawa nafsu adalah kecenderungan jiwa yang salah, seandainya ketetapan ALLOH berjalan mengikuti keinginan dan kehendak hawa nafsu, tentu tata aturan yang melandasi langit dan bumi serta makhluk-makhluk lainnya ini tidak akan berjalan dengan baik.

Allah berfirman dalam Al-Mu’minun [23] ayat 71 :

Andaikata kebenaran itu menuruti hawa nafsu mereka, pasti binasalah langit dan bumi ini, dan semua yang ada di dalamnya. Sebenarnya Kami telah mendatangkan kepada mereka kebanggaan (Al Qur’an) mereka tetapi mereka berpaling dari kebanggaan itu.

ALLOH yang maha tahu hati-hati manusia, bagaimana lidah berucap, hati berikrar, dan amal perbuatan dilakukan. Semoga kita termasuk orang-orang yag selalu istiqomah untuk mencapai kehidupan yang sesungguhnnya nanti….amin YRA.

srilist-4/13

10 hari terakhir Ramadhan

10 hari-hari penuh Rahmat sudah terlewati

10 hari-hari  pengampunan baru saja ditinggalkan

dan saatnya 10 hari terakhir akan kita hadapi….

Segala puji syukur bagi ALLAH, yang menghantarkan kita dipenghujung 10  hari terakhir di bulan Ramadhan.  Hari-hari  dimana  terdapat malam  yang penuh berkah dari  seribu bulan, dan hari-hari yang memiliki  kelebihan dibanding lainnya.

Di antara nikmat dan karunia Allah subhanahu wa ta’ala terhadap umat Islam, dianugerahkannya  satu malam yang mulia dan mempunyai banyak keutamaan. Suatu keutamaan yang tidak pernah didapati pada malam-malam selainnya.  Dia adalah malam “Lailatul Qadr”. Suatu malam yang lebih baik dari seribu bulan, sebagaimana firman ALLAH SWT  :

“Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al Qur’an) pada malam kemuliaan (Lailatul Qadr). Dan tahukah kamu apakah malam kemuliaan (Lailatul Qadr) itu? Malam kemuliaan itu (Lailatul Qadr) lebih baik dari seribu bulan. Pada malam itu turun malaikat-malaikat dan malaikat Jibril dengan izin Rabbnya untuk mengatur segala urusan. Malam itu penuh kesejahteraan sampai terbit fajar”. (Al-Qadr: 1-5)

Beberapa hadist menyebutkan keutamaan malam yang mulia tersebut adalah : apabila ada hamba Allah  melakukan amal ibadah pada malam Lailatul Qadr yang barakah itu, setara dengan pahala amalan yang dikerjakan selama 1000 bulan, atau sama dengan 83 tahun 4 bulan  kita mendapatkan ganjaran pahala.

Adakah hati yang tergugah untuk menghidupkan malam tersebut dengan ibadah, adakah hati yang terketuk untuk meraih malam yang lebih baik dari 1000 bulan ini dengan khusu’, adakah hati yang tersentuh untuk  menangis dan bertaubat pada malam barakah   itu. Atau bahkan  ada yang menghabiskan malamnya dengan perbuatan yang sia-sia, dan berbuat kemaksiatan kepada Allah.

Ya ALLAHku

Hilangkan rasa kantukku pada malam itu,  kuatkan imanku bersujud dihadapanMu, gerakan hati  dan mulutku untuk  berzikir mengingat Mu,  bersihkan hati dan jiwaku agar sampai dimalam Lailatu Qadr yang penuh berkah itu …aminnn.

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.