Dalam kehidupan, manusia sebagai mahluk sosial saling berinteraksi dengan yang lain. Hampir setiap orang tentunya pernah merasa disakiti oleh orang lain baik dalam hubungan suami istri, persahabatan, pertemanan, percintaan, pekerjaan, bisnis, kerjasama, dan hubungan lainnya. Penyebab datangnya perasaan disakiti pun berawal dari masalah sepele hingga masalah yg rumit. Sebuah konflik dan ketidak cocokan, biasanya diekspresikan secara lisan dan perbuatan. Hinaan, cacian dan makian tentunya akan keluar dari mulut seorang yang sedang marah. Bahkan korba jiwa banyak terjadi ketika kita membaca koran, penyebabnya pun beragam dari masalah remeh hingga rumit tentang bisnis maupun pribadi.
Bagaimana perasaan hati ketika disakiti, mungkin amarah mendominasi, dengki mengobori, serasa bodohnya otak, serasa tersayat hati, dan serasa hari-hari menghakimi kesalahan yang tidak pernah diterima akal.
Apakah rasa dendam, penyesalan, cacian, dan menyakiti diri sendiri dapat menyelesaikan perasaan hati..?? tentunya tidak. Bila perasaan sakit hati dibiarkan terlalu lama dan berlarut larut, maka tidak sehatlah hati ini. Pemiliknya pun akan stress, jauh dari keceriaan, dan mungkin terpuruk makin jauh. Sebagaimana rasa sedih dan gembira akan selalu datang dan pergi, maka wajarlah apabila ketika perasaan tersakiti oleh orang lain membuat kita menderita, tapi tatkala hal itu bercokol dalam hati terlalu lama maka Hati ini makin apatis dengan kehidupan. Lebih bahaya lagi akan membawa keputusasaan hingga menjauhkan manusia dari Rabb-nya.
Respon setiap orang yang merasa tersakiti berbeda-beda, ada yang begitu sangat mendendam, ada yang berlalu begitu saja, ada dengan sikap frontal dengan mengeluarkan kata-kata kasar, ada yang menyakiti dirinya sendiri, ada yang dengan diam tetapi hatinya berontak, bahkan ada yang bunuh diri (Nauzubillah).
Berfikirlah dengan akal sehat, ketika seseorang menyakiti hati balaslah dengan keiklasan, saat seseorang menghina dan memaki balaslah dengan doa kebaikan, atau seandainya seseorang mengejar dengan pisau belati maka menghindarlah, bahkan seseorang memukul maka tangkislah, bisakah kita melakukannya ?. Biasanya dalam kondisi marah, maka manusia kadang bertindak tanpa pertimbangan akal, yang ada hanya Hawa nafsu…..
Pernahkah kita mengingat seseorang yang begitu menyakiti kita pernah menjadi, suami atau istri, sahabat, kekasih hati, teman, kolega, bahkan saudara…..mereka pernah dekat dengan kita….. mungkin mereka khilaf, mungkin mereka pernah kita sakiti tanpa kita sadari, atau mungkin memang kita pantas untuk disakiti. Bagaimanapun juga mereka pernah memberikan kebaikan, dan warna kehidupan. Ketika awal pertemuan terlihat indah dan baik, tetapi ketika perseteruan terjadi yang nampak hanya yang buruk-buruk saja.
Siapapun itu, pasti ingin dicintai, mencintai, dipercayai dan mempercayai orang lain. Tetapi ketika sakit hati tiba, sulit untuk kembali memaafkan dan mempercayai orang yang melakukannya. Bahkan mungkin merasa sulit untuk membuka hati dan perasaan kepada orang lain yang tidak tahu apa-apa.
Bagaimana Sikap Kita Terhadap Orang Yang Menyakiti
1. Intropeksi diri
Jangan-Jangan kita sendiri yang telah membuat kesalahan
2. Husnudhdhan (Berprasangka Baik)
Allah Berfirman dalam QS. Al-Hujarat : 12 : “Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan dari prasangka. Sesungguhnya sebagaian prasangka itu adalah dosa. Dan janganlah kalian mencari-cari kesalahan orang lain, dan janganlah sebagian kalian menggunjingkan sebagaian yang lain………”
3. Menahan Amarah
Dengan amarah kita mendapatkan 2 kerugian, yang pertama kita telah disakiti yang kedua kita menyakiti diri sendiri.. Amarah akan membuat syaraf menegang, jantung menjadi terpacu, hati tidak tenang, dan serasa dunia ini sempit.
4. Memaafkan dan Berbuat Baiklah
Memaafkan adalah perbuatan mulia, buka lebar pintu-pintu maaf hati. Tidak akan pernah rugi melakukan kebaikan, jangan pernah ada rasa dendam. Kebaikan akan meleburkan hati yang keras, dan sifat yang dengki.
Sikap Terhadap Diri Kita Sendiri
- Ingatlah seseorang tidak akan menyakiti kita, kecuali atas Qodla dan Qodar ALLAH, seorang hamba hanyalah perantara terjadinya sesuatu. ALLAH yang menentukn dan menetapkan segalanya.
- Sadarilah hal-hal yang menyakitkan kita, bisa jadi akibat dosa yang telah kita lakukan.
- Bersikap kasih sayangilah kepada orang yang telah menyakiti kita, karena dia adalah orang yang berhak mendapatkan kasih sayang kita. Seseorang yang menyakiti kita sangat membutuhkan kelembutan, bukan untuk disakiti kembali atau bukan untuk dibenci.
============================================
Ya ALLAH bimbinglah kami untuk senantiasa mengambil hikmah dari setiap kejadian, jadikanlah kami hamba yang dapat menahan amarah yang terus diperturutkan, lapangkanlah hati ini untuk senantiasa memaafkan segala kesalahan, berikanlah kekuatan pada kami untuk membalas segala keburukan dengan kebaikan, jagalah sikap dan tutur kata kami hingga tidak menyakiti orang lain….