Pengumpan:
Tulisan
Komentar

10 hari terakhir Ramadhan

10 hari-hari penuh Rahmat sudah terlewati

10 hari-hari  pengampunan baru saja ditinggalkan

dan saatnya 10 hari terakhir akan kita hadapi….

Segala puji syukur bagi ALLAH, yang menghantarkan kita dipenghujung 10  hari terakhir di bulan Ramadhan.  Hari-hari  dimana  terdapat malam  yang penuh berkah dari  seribu bulan, dan hari-hari yang memiliki  kelebihan dibanding lainnya.

Di antara nikmat dan karunia Allah subhanahu wa ta’ala terhadap umat Islam, dianugerahkannya  satu malam yang mulia dan mempunyai banyak keutamaan. Suatu keutamaan yang tidak pernah didapati pada malam-malam selainnya.  Dia adalah malam “Lailatul Qadr”. Suatu malam yang lebih baik dari seribu bulan, sebagaimana firman ALLAH SWT  :

“Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al Qur’an) pada malam kemuliaan (Lailatul Qadr). Dan tahukah kamu apakah malam kemuliaan (Lailatul Qadr) itu? Malam kemuliaan itu (Lailatul Qadr) lebih baik dari seribu bulan. Pada malam itu turun malaikat-malaikat dan malaikat Jibril dengan izin Rabbnya untuk mengatur segala urusan. Malam itu penuh kesejahteraan sampai terbit fajar”. (Al-Qadr: 1-5)

Beberapa hadist menyebutkan keutamaan malam yang mulia tersebut adalah : apabila ada hamba Allah  melakukan amal ibadah pada malam Lailatul Qadr yang barakah itu, setara dengan pahala amalan yang dikerjakan selama 1000 bulan, atau sama dengan 83 tahun 4 bulan  kita mendapatkan ganjaran pahala.

Adakah hati yang tergugah untuk menghidupkan malam tersebut dengan ibadah, adakah hati yang terketuk untuk meraih malam yang lebih baik dari 1000 bulan ini dengan khusu’, adakah hati yang tersentuh untuk  menangis dan bertaubat pada malam barakah   itu. Atau bahkan  ada yang menghabiskan malamnya dengan perbuatan yang sia-sia, dan berbuat kemaksiatan kepada Allah.

Ya ALLAHku

Hilangkan rasa kantukku pada malam itu,  kuatkan imanku bersujud dihadapanMu, gerakan hati  dan mulutku untuk  berzikir mengingat Mu,  bersihkan hati dan jiwaku agar sampai dimalam Lailatu Qadr yang penuh berkah itu …aminnn.

Ya Allah ampuni aku…..

Tanpa terasa 10 hari yang  penuh “Rahmat” telah terlewati, dan mulai hari ini Insya Allah kita akan bersama-sama melewati hari-hari penuh “Pengampunan”. Pasti semua manusia pernah melakukan kesalahan baik yang disengaja maupun diluar sadarnya.  Mengingat histori Adam dan Hawa tergoda oleh Syetan sehingga  melanggar perintah Allah, maka secara harfiah manusia itu sesungguhnya mudah tergoda, sementara syetan tidak akan pernah berhenti menggoda manusia dari berbagai penjuru arah sampai hingga hari akhir nanti.

Allah menciptakan manusia sangat sempurna dibanding dengan mahluk lainnya, tetapi hanya sedikit yang mau bersyukur, hal ini dijelaskan pada   QS As Sajdah - 9 :  ”Kemudian Dia menyempurnakan dan meniupkan ke dalamnya roh (ciptaan)-Nya dan Dia menjadikan bagi kamu pendengaran, penglihatan dan hati,  (tetapi) kamu sedikit sekali bersyukur.

Manusia memiliki akal dan pikiran yang tentunya bagi orang2 yang berfikir akal tersebut dapat digunakan untuk memilih yang benar, dalam QS Ar-Ruum-9 : “Maka hadapkanlah wajahmu dengan Lurus kepada agama Allah; (tetaplah atas) fitrah Allah yang telah menciptakan manusia menurut fitrah itu. tidak ada peubahan pada fitrah Allah. (Itulah) agama yang lurus; tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui”

Allah tidak memaksakan manusia mengikuti perintahNya, Allah memberikan kebebasan kepada hambaNYA untuk memilih menjadi Kafir atau Beriman, QS Al-Kahfi – 29 : “Dan Katakanlah: “Kebenaran itu datangnya dari Tuhanmu; Maka Barangsiapa yang ingin (beriman) hendaklah ia beriman, dan Barangsiapa yang ingin (kafir) Biarlah ia kafir”. Sesungguhnya Kami telah sediakan bagi orang orang zalim itu neraka, yang gejolaknya mengepung mereka. dan jika mereka meminta minum, niscaya mereka akan diberi minum dengan air seperti besi yang mendidih yang menghanguskan muka. Itulah minuman yang paling buruk dan tempat istirahat yang paling jelek.”

Maka sudah sepatutnya jangan menyia-nyiakan hari-hari pengampunan di bulan Ramadhan ini, memohon ampunlah atas dosa-dosa yang pernah di lakukan selama perjalanan hidup dunia. Berdoa dengan sungguh-sungguh, tekatkan dalam hati untuk tidak mengulangi perbuatan fasik dan maksiat, kemudian dibuktikan dengan perbuatan. Allah maha Pengampun bagi ham banya, Az  Zumar-53 : Katakanlah “Hai hamba-hamba-Ku yang malampaui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. Sesungguhnya Dia-lah yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.”

Dan berharaplah dengan Kasih Sayang Allah untuk diampuni dan terhindar dari Api Neraka. Karena  dalam beberapa hadist disebutkan bahwa manusia masuk surga bukan karena amalanya tetapi karena Rahmat (kasih sayang) dari AllahSesungguhnya Abu Hurairah berkata, ia mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Amal seseorang tidak akan memasukkan seseorang ke dalam surga.” “Engkau juga tidak wahai Rasulullah?”, tanya beberapa sahabat. Beliau menjawab, “Aku pun tidak. Itu semua hanyalah karena karunia dan rahmat Allah.”

=======================================================================

Bila Hati Tersakiti…….

Dalam kehidupan, manusia sebagai mahluk sosial  saling berinteraksi dengan yang lain. Hampir setiap orang tentunya pernah merasa disakiti oleh orang lain baik dalam hubungan suami istri, persahabatan, pertemanan, percintaan, pekerjaan, bisnis, kerjasama, dan hubungan lainnya. Penyebab datangnya perasaan disakiti pun berawal dari masalah sepele hingga masalah yg rumit. Sebuah konflik dan ketidak cocokan, biasanya diekspresikan secara lisan dan perbuatan. Hinaan, cacian dan makian tentunya akan keluar dari mulut seorang yang sedang marah. Bahkan korba jiwa banyak terjadi ketika kita membaca koran, penyebabnya pun beragam dari masalah remeh hingga rumit tentang bisnis maupun pribadi.

Bagaimana perasaan hati ketika disakiti, mungkin amarah mendominasi, dengki mengobori, serasa bodohnya otak, serasa tersayat hati, dan serasa hari-hari menghakimi kesalahan yang tidak pernah diterima akal.

Apakah rasa dendam, penyesalan, cacian, dan menyakiti diri sendiri dapat menyelesaikan perasaan hati..??  tentunya tidak. Bila perasaan sakit hati dibiarkan terlalu lama dan berlarut larut, maka tidak sehatlah hati ini. Pemiliknya pun akan stress, jauh dari keceriaan, dan mungkin terpuruk makin jauh. Sebagaimana rasa sedih dan gembira akan selalu datang dan pergi, maka wajarlah apabila ketika perasaan tersakiti oleh orang lain membuat kita menderita, tapi tatkala hal itu bercokol dalam hati terlalu lama maka Hati ini makin apatis dengan kehidupan. Lebih bahaya lagi akan membawa keputusasaan hingga menjauhkan manusia dari Rabb-nya.

Respon setiap orang yang merasa tersakiti berbeda-beda, ada yang begitu sangat mendendam, ada yang berlalu begitu saja, ada dengan sikap frontal dengan mengeluarkan kata-kata kasar, ada yang menyakiti dirinya sendiri, ada yang dengan diam tetapi hatinya berontak, bahkan ada yang bunuh diri (Nauzubillah).

Berfikirlah dengan akal sehat, ketika seseorang menyakiti hati balaslah dengan keiklasan, saat seseorang menghina dan memaki balaslah dengan doa kebaikan, atau seandainya seseorang mengejar dengan pisau belati maka menghindarlah, bahkan seseorang memukul maka tangkislah, bisakah kita melakukannya ?. Biasanya dalam kondisi marah, maka manusia kadang bertindak tanpa pertimbangan akal, yang ada hanya Hawa nafsu…..

Pernahkah kita mengingat seseorang yang begitu menyakiti kita pernah menjadi, suami atau istri, sahabat, kekasih hati, teman, kolega, bahkan saudara…..mereka pernah dekat dengan kita….. mungkin mereka khilaf, mungkin mereka pernah kita sakiti tanpa kita sadari, atau mungkin memang kita pantas untuk disakiti. Bagaimanapun juga mereka pernah memberikan kebaikan, dan warna kehidupan.  Ketika awal pertemuan terlihat indah dan baik, tetapi ketika perseteruan terjadi yang nampak hanya yang buruk-buruk saja.

Siapapun itu, pasti ingin dicintai, mencintai, dipercayai dan mempercayai orang lain. Tetapi ketika sakit hati tiba, sulit untuk kembali memaafkan dan mempercayai orang yang  melakukannya. Bahkan mungkin merasa sulit untuk membuka hati dan perasaan kepada orang lain yang tidak tahu apa-apa.

Bagaimana Sikap Kita  Terhadap Orang Yang Menyakiti

1. Intropeksi diri

 Jangan-Jangan kita sendiri yang telah membuat kesalahan

2. Husnudhdhan (Berprasangka Baik)

Allah Berfirman dalam QS. Al-Hujarat : 12 : “Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan dari prasangka. Sesungguhnya sebagaian prasangka itu adalah dosa. Dan janganlah kalian mencari-cari kesalahan orang lain, dan janganlah sebagian kalian menggunjingkan sebagaian yang lain………”

 3. Menahan Amarah

Dengan amarah kita mendapatkan 2 kerugian, yang pertama kita telah disakiti yang kedua kita menyakiti diri sendiri.. Amarah akan membuat syaraf menegang, jantung menjadi terpacu, hati tidak tenang, dan serasa dunia ini sempit.

 4. Memaafkan dan Berbuat Baiklah

Memaafkan adalah perbuatan mulia, buka lebar pintu-pintu maaf hati. Tidak akan pernah rugi melakukan kebaikan, jangan pernah ada rasa dendam. Kebaikan akan meleburkan hati yang keras, dan sifat yang dengki.

Sikap Terhadap Diri Kita Sendiri

  • Ingatlah seseorang tidak akan menyakiti kita, kecuali atas Qodla dan Qodar ALLAH, seorang hamba hanyalah perantara terjadinya sesuatu. ALLAH yang menentukn dan menetapkan segalanya.
  • Sadarilah hal-hal yang menyakitkan kita, bisa jadi akibat dosa yang telah kita lakukan.
  • Bersikap kasih sayangilah kepada orang yang telah menyakiti kita, karena dia adalah orang yang berhak mendapatkan kasih sayang kita. Seseorang yang menyakiti kita sangat membutuhkan kelembutan, bukan untuk disakiti kembali atau bukan untuk dibenci.

============================================

Ya ALLAH bimbinglah kami untuk senantiasa mengambil hikmah dari setiap kejadian, jadikanlah kami hamba yang dapat menahan amarah yang terus diperturutkan, lapangkanlah hati ini untuk senantiasa memaafkan segala kesalahan, berikanlah kekuatan pada kami untuk membalas segala keburukan dengan kebaikan, jagalah sikap dan tutur kata kami hingga tidak menyakiti orang lain….

Jalinan Hati

Setiap orang pasti ingin memiliki teman dan sahabat yang dapat pengaruhi kehidupannya menjadi lebih baik. Ketika sedih dan butuh pertolongan sahabat akan setia untuk membantu.  Bahkan saat bahagia pun sahabat juga ikut merasakan. Jalinan hati atau Ikatan emosional sesungguhnya diperlukan dalam membina suatu hubungan, karena antara satu dengan yang lain harus terjadi ikatan bhatin yang sesungguhnya. Dasar dari ikatan bhatin adalah saling cinta, saling berpadu, saling serasi, dan pondasi ikatan ini adalah Taqwa, Agama, dan Cinta. Pengertian cinta disini adalah tumbuh rasa sayang dan keterikatan karena satu dengan yang lainnya mencerminkan ahlaq yang baik dimana perbuatannya sesuai perintah Allah, dan menjauhi segala laranganNYA.

Saling mengingatkan dengan hikmah, saling menasehati dengan lemah lembut, dan saling mendukung dengan kasih sayang, itulah keteladanan yg dilakukan oleh Rasul kepada sahabat-sahabatnya.

Rosulullah menegaskan dalam sebuah hadits qudsi,
bahwa Allah swt berfirman, “Pasti mendapatkan cinta-Ku orang-orang yang saling berkunjung karena-Ku. Pasti mendapatkan cinta-Ku orang-orang yang saling mencintai karena-Ku. Pasti mendapatkan cinta-Ku orang yang saling berkorban karena-Ku. Pasti mendapatkan cinta-Ku orang yang saling membela karena-Ku.”
(HR. Ahmad dan Hakim, ia menshahihkannya)

Allah berfirman Dalam QS Al-Hujarat ayat 10 : “Orang-orang beriman itu Sesungguhnya bersaudara,  sebab itu damaikanlah (perbaikilah hubungan) antara kedua saudaramu itu dan takutlah terhadap Allah, supaya kamu mendapat rahmat.”

Jadi jalinan hati sejati adalah datangnya dari keimanan. Bohong saja jika teman/sahabat mengaku beriman tapi setiap hari ia mencari-cari aib saudara muslimnya. Omong besar saja, jika teman/sahabat mengatakan bahwa ia telah beriman, tapi dendamnya, kemarahannya dan kebenciannya pada saudaranya seiman tak pernah hilang.

Oleh karena itu agar jalinan hati terjaga dan kuat, dan rasa kasih sayang mengalir tulus untuk mendapatkan Ridho ALLAH maka bacalah Doa Rabithah :

Doa Rabitah

“Ya Allah,Sesungguhnya Engkau tahu bahwa hati ini telah berpadu berhimpun dalam naungan cintaMu, bertemu dalam ketaatan, bersatu dalam perjuangan menegakkan syariat dalam kehidupan.
Kuatkanlah ikatannya kekalkanlah cintanya, tunjukilah jalan-jalannya terangilah dengan cahayaMu yang tiada pernah padam, Ya Rabbi bimbinglah kami.Lapangkanlah dada kami dengan karunia iman dan indahnya tawakal padaMu, hidupkan dengan ma’rifatMu matikan dalam syahid di jalanMu, Engkaulah pelindung dan pembela”

Doa dan Harapan

Ya ALLAH terimakasih….
KAU pertemukan aku dengannya yang begitu banyak mempengaruhi hidupku,
dan mengisi hatiku dengan QolbuMU
Ya ALLAH..
Aku memohon padamu jauhkan hati dan jiwa yang jahat terhadap dirinya.
Jauhkan aku dari bisikan-bisikan syetan untuk memfitnah dirinya.
Ya ALLAH…
Eratkanlah rasa kasih sayang untuk mendapatkan rahmatMU
Ya ALLAH…
Ijinkanlah aku tetap bertemu dirinya dalam rangka menjalankan syariatMU
Ya ALLAH…
Dekatkanlah tali bhatinku pada dirinya dalam rangka mencari ridhoMU
Ya ALLAH…
Jauhkanlah aku dan dirinya dari godaan syetan yang terkutuk dan kasadnya hati manusia
Ya ALLAH….
Jangan pisahkan aku darinya, karena aku banyak melakukan kesalahan padanya
Ya  ALLAH….
Aku akan terus berjalan di jalan MU, kuatkanlah hatiku dan kuatkan ia agar berada di relMU
Ya ALLAH…
Tumbuhkanlah rasa cinta ini untuk mendapatkan cahaya Illahi MU

===========================================================================

Al Fushshilat (41) ayat 51. Terjemahnya sebagai berikut: “Dan apabila Kami memberikan nikmat kepada manusia, ia berpaling dan menjauhkan diri, tetapi apabila ia ditimpa malapetaka, Maka ia banyak berdoa”.

Pada surat Al Fushshilat (41) ayat 51 terlihat bahwa sifat manusia ketika ditimpa suatu kegelisahan akan dekat pada Rabbnya hingga menangis, dan bernazar apabila doanya dikabulkan.  Tetapi ketika doanya benar-benar dikabulkan oleh Allah ternyata dia lupa dengan janjinya, mereka merasa kebahagian yg dinikmatinya adalah karena hasil kerja kerasnya.

Doa adalah suatu permohonan kepada sang pencipta, dan diharapkan doa tersebut dapat terwujud. Doa sepertinya harus dilakukan oleh setiap mausia secara kontinyu, jadi jangan menunggu tertimpa musibah dahulu, setiap saat kita harus meminta kepada ALLAH. Allah itu maha kaya dan pemberi, kita harus memanfaatkan dengan sebaik mungkin untuk memohon kebaikan kepadaNYA. Doa itu bisa dikatakan adalah suatu harapan agar Allah membantu dan menolong kita untuk dapat mengabulkan suatu keinginan.

Banyak orang yang tidak bisa memanfaatkan kesempatan untuk berdoa, boleh jadi seseorang itu tergolong yang mustajab doanya, atau berada pada waktu-waktu yang Allah kabulkan doanya, tetapi kesempatan baik itu banyak disia-siakan. Maka seharusnya setiap muslim memanfaatkan kesempatan tersebut untuk berdoa sebanyak mungkin baik memohon sesuatu yang berhubungan dengan dunia atau akhirat.

Orang-orang yang termasuk mustajab dalam berdoa  :

  • Doa seorang muslim terhadap saudaranya tanpa sepengetahuan saudaranya 
  • Orang yang memperbanyak berdoa pada saat lapang dan bahagia
  • Orang yang teraniaya/terzalimi
  • Doa orangtua kepada anaknya dan doa seorang musafir
  • Doa orang yang sedang berpuasa

Waktu-waktu tertentu yang dijanjikan oleh Allah bahwa doa  tersebut  dikabulkan, diantara :

  • Ketika sahur atau sepertiga malam terakhir
  • Ketika berbuka puasa
  • Ketika malam lailatul qadar
  • Ketika adzan berkumandang
  • Ketika sedang sujud dalam shalat
  • Ketika turun hujan

Menyiapkan sahur

Kring kring kring kring…..bunyi alarm membangunkan, kulihat masih jam 02.19 ehmm masih terlalu dinihari kulanjutkan tidurku. Tidak berapa lama kemudian si alarm berbunyi kembali dan ternyata sudah pukul 03.05, kusingkirkan selimut dan kubergegas bangun untuk menyiapkan sahur hari ini.  Terasa powerku bertambah dua kali lipat dihari-hari ramadhan, sehingga aku begitu semangat menyiapkan hidangan sahur, apalagi ketika bidadariku menikmati masakanku hingga tidak ada tersisa makanan dipiringnya. Sikap mereka membuat rasa cape dan lelah ku pun blasss hilang ……. dan otakku pun terus berputar membuat menu sahur yang bervariasi untuk esok harinya.

Rasa kantuk, lelah dan malas ku singkirkan, menyiapkan sahur  adalah salah satu cara yang bisa dlakukan untuk mendapatkan pahala dari Allah. Dibeberapa hadist dijelaskan keutamaan orang-orang yang memberikan makanan kepada orang yang berpuasa

Dalam hadist yang diriwayat oleh Imam Ibnu Khuzaimah dan Imam Baihaqi, Rasulullah SAW bersabda : “Barangsiapa yang didalamnya (bulan Ramadhan) memberi ifthar kepada orang berpuasa, niscaya hal itu menjadi (sebab) ampunan dari dosa-dosanya, dan pembebasan dirinya dari api neraka.”

Nabi s.a.w., sabdanya: “Barangsiapa yang memberi makanan untuk berbuka kepada orang yang berpuasa, maka ia memperoleh seperti pahala orang yang berpuasa tadi tanpa dikurangi sedikitpun dari pahala orang yang berpuasa -yang diberi makan tadi-.” Diriwayatkan oleh Imam Tirmidzi

Dalam hadist tersebut menceritakan seseorang  mendapat pahala cukup dengan memberi sebutir kurma kepada orang yang berpuasa untuk berbuka maupun sahur, bisa dibayangkan betapa besar pahala yang dilimpahkan oleh Allah terhadap seseorang yang berupaya menyediakan hidangan buka shaum dan santap sahur yang  istimewa, ketimbang bulan-bulan diluar Ramadhan.

Begitulah keutamaan bulan Ramadhan, bulan penuh kemulian yang diberikan kepada Allah kepada orang-orang yang ingin meraihnya. Karena setiap perbuatan baik mendapatkan pahala sepuluh kali lipat hingga tujuh ratus kali lipat Wallahualam bi shawab…

Silaturahim…..

Ada pembicaraan dengan teman yang menggelitik pikirannku  “Aku sich palingg ngga mau ngikut apalagi jadi panitia Reuni. Coba apa hasilnya setelah reuni….”  Dan dia bukan satu2nya temen baikku yang beranggapan seperti itu.

Reuni berasal dari kata Re dan Uni. “Re” mengandung kembali dan “Uni” berarti satu kesatuan. Sehingga “Re-Uni” bermakna sebagai kegiatan yang menyatukan kembali segenap komponen yang telah terpisah secara waktu dan tempat. Semua orang memiliki cerita masa lalu yg dilewati seiring bertambahnya usia. Dalam proser berjalannya waktu dan kehidupan maka setiap orang akan berproses baik secara mental maupun finansial. Ada yang beranggapan Reuni adalah ajang unjuk diri dengan  suatu kesuksesan, ada juga yg berfikir reuni adalah sekedar pertemuan untuk mengenang kembali cerita lama, dan mungkin hanya sebagain kecil yang mengartikan reuni adalah “SILATURAHIM”.

Sementara bila kita kaji makna Silaturahim itu sangat memiliki arti penting. Silaturahmi berasal dari dua kata, pertama : Shilat atau Washl yang artinya menyambung atau menghimpun,  dan kedua Rahim bermakna kasih sayang. Sehingga Silaturahim mengandung arti “menghubungkan kasih sayang antar sesama, atau menghubungkan mereka yang sebelumnya  terputus secara hubungan dan interaksi.

Oleh karena itu, menjadi sangat penting bagi kita untuk menyadari bahwa Silaturahmi tidak hanya tampilan lahiriah belaka, namun harus melibatkan pula aspek hati. Dengan melakukan  amalan lahiriah dan amalan hatinya, kita akan mempunyai kekuatan untuk bisa berbuat silaturahmi lebih baik. Jadi apabila acara Reuni diniatkan untuk Silaturahim, maka setiap detik pertemuan tersebut sangat bermakna. Mungkin tidak ada lagi ajang pameran kesuksesan atu niatan yang tidak baik lainnya. Masa lalu adalah bagian dari hidup kita, kenangan  baik bisa menjadi acuan untuk melangkah selanjutnya, sementara cerita yang tidak baik kita ambil hikmahnya dan tidak perlu diratapi atau diingat kembali. Sesungguhnya waktu yang kita miliki  adalah saat ini bukan masa lalu atau masa depan. Tidak ada satu orang pun yang tahu apa yang terjadi sedetik semenit sehari kedepan….

====================================================================================

Beberapa Hadist mengnai Silaturahim :

  • Maukah kalian aku tunjukkan akhlak yang paling mulia di dunia dan diakhirat? Memberi maaf orang yang mendzalimimu, memberi orang yang menghalangimu dan menyambung silaturrahim orang yang memutuskanmu” (HR. Baihaqi)
  • Barangsiapa yang ingin dipanjangkan usianya dan dibanyakkan rezekinya, hendaklah ia menyambungkan tali persaudaraan” (H.R. Bukhari-Muslim).
  • “Maukah kalian aku tunjukkan amal yang lebih besar pahalanya daripada salat dan saum?” Sahabat menjawab, “Tentu saja!” Rasulullah pun kemudian menjelaskan, “Engkau damaikan yang bertengkar, menyambungkan persaudaraan yang terputus, mempertemukan kembali saudara-saudara yang terpisah, menjembatani berbagai kelompok dalam Islam, dan mengukuhkan ukhuwah di antara mereka, (semua itu) adalah amal saleh yang besar pahalanya. Barangsiapa yang ingin dipanjangkan usianya dan dibanyakkan rezekinya, hendaklah ia menyambungkan tali persaudaraan” (H.R. Bukhari-Muslim).

Menghitung Hari….

Bulan yang penuh berkah sebentar lagi tiba..

Detik menit jam hari berlalu tanpa terasa

Hari hari rutinitas yang harus dijalankan menyita waktu 1×24

Masalah dunia yang tidak pernah habis terkadang membuat kita alfa

Sadarkah kita bulan penuh berlipat ganda pahala akan datang

Apakah kita masih terpilih untuk sampai pada bulan yg ditunggu seluruh umat dunia

Ataukah kita sudah tidak berdaya, mulut terkunci-hati tidak berasa-aliran darah terhenti

Ataukah kita termasuk yang tidak berharap datangnya bulan penuh berkah ini

Ya Robb…yang maha membolak balikan hati manusia

Balikkan hati kami yang kasad menjadi hati yang lemah lembut..

Balikkan pikiran kami yang buntu menjadi cerah

Balikkan jiwa kami yang sombong menjadi tunduk

Getarkan seluruh jiwa raga kami untuk menyambut Bulan MU yang penuh pengampunan..

Takdirkan ruh kami sampai di bulan Ramadhan untuk khusus mendapatkan Ridho MU

Beri kesempatan kami untk menghapus noda-noda hitam yang semakin menebal

=====================================================================

“Allohumma bariklana fii Rajab wa Sya’ban Wa balighna Romadhon”

“Ya ALLOH berkahilah kami di bulan Rajab dan Sya’ban dan sampaikanlah kami ke bulan Romadhon”


									

Mengeluh….

“Mengeluh” Sebuah kata yang sederhana, tetapi sulit untuk menghindar darinya. Tanpa disadari sering terucap dan terasa dalam kehidupan sehari-hari. Bahkan dengan bibir mengecap kata “ach” “uuh” “aduch” dengan perasaan gusar, itu saja  sudah dianggap mengeluh….

Yang menjadi pertanyaan kenapa orang mengeluh : “karena realita kehidupan yang dialaminya tidak sesuai harapan”. Bagaimana caranya kita mengatasinya, cukup dengan kata sederhana pula  “bersyukur “.  Memang sangat mudah mengucapkannya tetapi ketika melaksanakannya butuh kerja keras dalam menyikapi setiap kejadian dengan rasa syukur.

Beberapa hal yang bisa dilakukan agar kita tidak mengeluh dan selalu bersyukur, tanamkan dalam pikiran dan hati kita  :

  1. Selalu bersyukur atas pekerjaan, kesehatan, kebahagian, keluarga, sahabat, dan lain-lain, sekecil apapun yang terjadi dalam kehidupan adalah karunia
  2. Jangan membayangkan kehidupan yang serba ideal; sehat tanpa sakit, kaya tanpa bayang-bayang miskin, bahagia tanpa ada duka, genap tanpa ganjil, sahabat tanpa cacat, dan seterusnya. Ini tidak mungkin terjadi. Karena itu teguhkan diri untuk melupakan yang negative, dan perhatikan yang positif. Dahulukan prasangka baik, dan bersandarlah hanya kepada Allah.
  3. Karena setiap detik dari usiamu akan diminta pertanggung jawaban, gunakan waktu untuk mencari ridha Allah.
  4. Berhentilah memikirkan kesalahan, pikirkan sifat baik yang akan kita jadikan pengganti kesalahan.
  5. Kesedihan, kegelisahan, dan kerumitan adalah dampak perbuatan yang kita lakukan, misalnya menelantarkan shalat, menggunjing orang lain, atau melakukan perbuatan haram lainnya. Orang yang menyimpang dari ajaran Allah harus membayar harganya dan melunasi tagihan kelalainnya.
  6. Semua yang terjadi di dunia ini atas sepengetahuan Allah, dan Allah punya rencana indah dibalik itu semua.

=====================================================================

Kata Mutiara :

Bersyukurlah karena kita tidak memiliki semua yang kita inginkan, karena jika iya, apalagi yang hendak kita cari? Bersyukurlah saat kita tidak mengetahui sesuatu, karena itu memberi kita kesempata untuk belajar. Bersyukurlah atas masa-masa sulit yang kita hadapi, karena selama itulah kita akan tumbuh dewasa. Bersyukurlah atas kesalahan-kesalahan yang kita perbuat, karena itu memberi motivasi untuk menjadi lebih baik. (Ziyadaturrahmah)

Tipu daya…

hidup dengan kepura-puraan itu melelahkan…

atau hidup dengan tuntutan target yang terlalu tinggi juga cape…

angan2 yang tak pasti membuat jiwa melantur…

ambisi untuk merengkuh isi dunia berasa ada diatas bara

mendorong pertarungan antara harapan dan kenyataan hidup yang bertolak belakang…

ketika semua harapan tidak terwujud kekecewaan pasti datang

ambisi yang tak dapat direngkuh membuat sedih mendera

akhirnya kita merasa adalah orang yang paling tidak berdaya diseluruh dunia

kita merasa menjadi orang yg perlu dikasihani dan diberi

andai saja kita mau menengok kebelakang banyak orang2 yang jauh lebih sedih dan menderita dari kita

tipu daya dunia begitu banyak dan nyata

bagaikan benang putih dan merah yang terurai kusut

kenikmatan sesaat tidak akan pernah berakhir bahagia

kegembiraan sekejap tak akan membawa syafaat…

ingatlah kematian pasti memburu….

===========================================

Al Munaafiquun : 11

Dan Allah sekali-kali tidak akan menangguhkan kematian seseorang apabila telah datang waktu kematiannya. Dan Allah Maha Mengenal apa yang kamu kerjakan.

HR Muslim dan Abu Dunya

Anak Adam menjadi Tua, dan dua hal tetap menyertainya yaitu Ambisi dan Angan-angan.

Berhati-hatilah…

Tulisan Sebelumnya »

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.